Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Gelar Lomba Pangan Lokal dan Pasar Murah

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, melalui Bidang Ketahanan Pangan, menggelar lomba pangan lokal. Perlombaan ini guna mendukung Diversifikasi pangan lokal, beragam bergizi, seimbang dan aman (B2SA).

Lomba yang di gelar ini juga, bersamaan dengan diadakannya pasar murah jelang hari raya Nasional Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Kepala Bagian Perkebunan dan Holtikultura, Abraham ( Papi) Letik, mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Provinsi NTT di sela-sela kegiatan Lomba di pelataran SDK St. Yoseph-Penfui, Jumat ( 4/12/2020) mengatakan, lomba pangan lokal sarapan sehat yang diadakan ini sangat baik dan bermanfaat.

Menu yang disajikan merupakan hasil dari bahan dasar jagung yang bisa diolah menjadi makanan yang bervariasi dan sehat untuk keluarga dan masyarakat.

“Pangan lokal ini tetap kita budayakan di rumah tangga kita, di lingkungan sekitarnya dan juga budayakan dalam bentuk komoditas atau hasil-hasil industri rumah tangga yang bisa kita pasarkan, sehingga pangan lokal kita juga dikenal masyarakat terutama di NTT,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu Juri lomba Merry Haryo yang juga Ketua Pokja 3 Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, dalam pengamatannya mengatakan peserta yang berjumlah 13 kelompok, belum banyak memahami mulai dari segi penyajian, kebersihannya.

Begitu juga dengan tekstur serta bahan dasar juga masih memakai terigu, padahal sudah di sampaikan bahwa bahan dasar itu harus pangan lokal dari jagung untuk mengurangi pemanfaatan tepung terigu.

“Memang kita sengaja mengadakan lomba ini, supaya kita bisa aplikasikan beragam, bergizi seimbang dan aman( B2SA). Lomba ini juga salah satu sosialisasi kepada masyarakat supaya mereka mengerti bahwa pola makan B2SA paling penting karena beragam seimbang dan aman karena hanya dengan B2SA akan memenuhi kebutuhan gizi kita,” tuturnya.

Dijelaskannya, B2SA ini yang paling penting adalah kebutuhan gizi perorang perhari sesuai dengan umur dan jenis kelamin, dan sarapan ini 15 sampai 30 persen yang dipakai untuk kebutuhan yang dimakan setiap hari.

Ditempat yang sama, Ir Steven Lay, MM Kabid Ketahanan Pangan dan Penyuluh Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Provinsi NTT, sebagai penyeleggara pasar Murah, mengatakan Lomba pangan lokal juga bersamaan dengan di gelarnya pasar murah jelang hari raya nasional menyambut Natal dan Tahun baru.

” Kegiatan pasar murah ini, kami adakan pertama di Pantai Namosain Beach dan di Kelurahan Penfui. Masyarakat begitu antusias berbelanja, selain harga murah dan yang pasti dapat dijangkau oleh masyarakat,” katanya.

Ditambahkannya, jelang hari raya Natal dan Tahun baru ini, biasanya harga-harga di pasar melambung. Dengan di gelarnya pasar murah ini dirinya berharap masyarakat bisa terbantu, karena ini harga distributor jadi harga sedikit murah.

Dicontohkan, dari Hypermart minyak goreng Bimoli kemasan 2 liter, dipasar harganya Rp 31.000-Rp 32.000 tapi di pasar murah harganya cuma Rp 25.000. Demikian juga harga beras di toko wijaya, harganya bisa lebih murah dan pengunjung tidak dibatasi.

Adapun Distributor yang ada ini yaitu, Hypermart, Transmart, Toko Nam, Toko Wijaya, Bulog Provinsi NTT, petani Holti dan juga Toko Tani Indonesia center.

Ditanya soal diterapkannya Protokol Kesehatan dikarenakan kerumunan masyarakat berbelanja, Steven mengatakan, setiap orang yang datang, sudah disiapkan wadah cuci tangan lalu mereka diperiksa suhu tubuh dan diwajibkan memakai masker.( ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *