Dewan Kota Desak Pemkot Kupang Perhatikan Nasib Guru Honorer

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Kupang sangat prihatin dengan nasib guru honorer di Kota Kupang. Kesejahteraannya masih sangat memprihatinkan sehingga diharapkan dengan alokasi anggaran yang tengah dibahas bersama dalam APBD 2021 ini, Pemkot bisa mengalokasikan untuk peningkatan gaji agar para guru bisa menghidupi keluarganya.

Hal ini disampaikan anggota  Fraksi Gerindra yang juga Sekertaris Komisi IV DPRD Kota Kupang, Richard Odja, kepada Wartawan saat ditemui di Gedung DPRD Kota Kupang, Selasa (24/11/2020).

Dikatakan Richard Odja, saat ini dewan sedang berjuang dalam upaya mengatasi masalah pendidikan di Kota Kupang. Khusus Fraksi Gerindra dan  lembaga dewan umumnya, sangat mendukung penuh apa yang menjadi kebutuhan guru.

Dirinya melihat dari beberapa aspek baik fasilitasnya, kesejahteraan guru termasuk  kelengkapan sarana dan prasarana dalam menunjang proses kegiatan belajar mengajar.

“Saat ini saya melihat bahwa pengangkatan guru honor di Kota Kupang masih minim dan perlu menjadi perhatian bersama dan terbaca dalam kebijakan bersama pemerintah yaitu mendorong terus adanya peningkatab penghasilan dan kesejahteraan guru honorer,” katanya.

Dikatakannya, para guru  honor diharapkan tetap survive dan tetap dalam garis perjuangan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara khusus di Kota Kupang. Kepedulian dewan pada dunia pendidikan pasti sangat besar karena bicara dunia pendidikan berarti bicara soal masa depan bangsa jadi perlu perhatian bersama.

Para guru honor harus tetap  memupuk pendidikan dengan baik agar menghasilkan anak yang cerdas dan bisa melanjutkan pembangunan di Kota Kupang.

“Untuk Kota Kupang ada penambahan anggaran buat guru honor dimana akan dialokasikan bersama dalam sidang dewan,” katanya.

Ditanya soal nasib guru honor ditengah covid saat ini, menurutnya, pemerintah kota perlu memfasilitasi pemberian ke guru honorer bukan hanya sembako saja tetapi  perlu adanya penambahan penghasilan agar bisa mensejahterakan keluarganya.

“Saya  mendukung penuh tambahan penghasilan buat guru honor karena yang kita dengar kesejahtaraan guru honor masih kurang baik.  Apakah kondisi normal atau tidak harus dan wajib perhatikan nasib guru honorer. Memang ada pencoretan, tapi anggarannya belum di bahas sehingga masih terbuka peluang untuk diakomodir,” pungkasnya.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *