Sekertaris  BPPSDMP Kementan RI Kunjungi NTT

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Sekretaris BPPSDMP Kementerian Pertanian Dr. Siti Munifa, M.Si, memberi Pembinaan kepada Pegawai Negeri Sipil di  BBPP Noelbaki Kupang, Jumat (13/11/2020).

Dalam kunjungan sehari itu, Sekertaris BPPSDMP
mengajak seluruh jajaran  untuk selalu menjaga dan menerapkan protokol kesehatan.  Caranya dengan selalu menerapkan 3 M, yaitu, mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak.

Sekretaris BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Siti Munifah, M.Si,  hadir didampingi Kepala Balai Besar Pelatihan Petenakan Kupang, Drh. Bambang Hariyanto, MM,KABID  Ketahanan Pangan  dan Penyuluhan  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur,Ir. Stevanus Lay.

Turut hadir Kepala SMKPP Kupang, Stefanus Bulu, MP, Kasie Penyuluhan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Susana K. Lanin, Pejabatan Fungsional .Penyuluh Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pejabat Fungsional dan Struktural  BBPP Kupang, seluruh pegawai BBPP Kupang.

Saat membuka kegiatan pembinaan pegawai Negeri Sipil lingkup BBPP Kupang Pejabat Fungsional Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (13/12/2020)  Dr. Ir. Siti Munifah,  menyampaikan permintaan maaf kepada Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang Drh. Bambang Hariyanto, MM, yang mana sudah sekian lama mengundangan untuk datang ke Kupang namun baru kali ini memenuhi undangan.

Dirinta menganalogikan  sebagai Sekretaris Badan seperti ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga tidak kelihatan kerjanya, dia mulai sapu, masak, menyiapkan anaknya yang mulai berangkat sekolah dan sebagainya.

Anggaplah Kapus-Kapus itu adalah anak-anak yang mau berangkat sekolah, harus menyiapkan SK, bagaimana surat-surat ke daerah.

Siti Munifa mengatakan, kita harus mengubah peradaban, mulai dari pertanian, apakah kita semua tidak beradap. Beradap yang dimaksud adalah perubahan pola pikir, pola kerja, pola kolaborasi, pola integrasi.

“Itu yang dimaksud perubahan peradaban. Perubahan peradaban harus mulai dari pertanian, karena pertanian tidak bisa berdiri sendiri, pertanian itu butuh semua sektor,” jelasnya.

Menurut Siti, Pertanian butuh PU yang menyediakan air, butuh Kementerian Perdagangan yang mengatur tentang penjualan dan tataniaga produk pertanian, butuh Koperasi untuk membangun kelompok GAPOKTAN  yang tumbuh lebih besar.

Juga butuh Kejaksaan untuk melindungi hak-hak petani yang tadinya petani tersebut bisa berinovasi, yang lalu banyak petani yang dituntut perusahaan karena dianggap petani tersebut melawan perusahaan yang sudah memiliki legal formal untuk ijin edar.

Siti menghimbau, ayo kita merubah peradaban kita mulai dari pertanian. Alasannya sederhana, dimana penduduk Indonesia sebesar 267.000.000. jiwa lebih ini butuh yang namanya pangan. Butuh pangan itu berarti harus disiapkan dari pertanian dalam arti luas, baik Tanaman Pangan, Hotikiltura, Perkebunan maupun Peternakan dan Perikanan darat.

Siti mengatakan, Pertanian tidak dibangun dari Kementerian Pertanian, dari Pasar Minggu tetapi pertanian dibangun dari Kecamatan dan Desa.

Pertanian diprogramkan oleh Kementerian Pertanian, namun operasionalisasinya ada di lapangan, siapa penggeraknya, tentu petani tidak bisa melakukan kegiatan sendiri tanpa pendampingan penyuluh, tanpa inovasi dari para peneliti, tanpa pembelajaran dari Balai Pelatihan maupun Balai Pendidikan.

Siti mengajak  mari kita harus saling melindungi satu dengan yang lain, kita harus selalu berbagi ilmu, ilmu yang yang diberikan kepada orang lain tidak berarti ilmunya hilang.

Tuhan sudah memberkati ilmu kepada orang yang berbagi pasti di tambah lagi, inovasi,    pengalaman, kemudian kita harus mengamankan satu dengan yang lain, membangun komitmen  dari sekarang, semua harus melakukan perubahan peradaban yang dimulai dari pertanian

Tidak lagi pertanian yang konvensional, tidak pertanian yang tradisional maupun subsistem tapi pertanian yang maju, mandiri, dan modern. (rilisan Bonefasius Rangga, S.ST/ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *