Sekertaris PPSDMP Beraudiens Dengan  Pjs Bupati Sumba Barat

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Sekertaris Badan Penyuluhan Sumber Daya Manusia  Pertanian(PPSDMP) Dr. Siti  Munifah, M.Si dalam kunjungan kerjanya ke Sumba Barat melakukan audiensi dengan Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sumba Barat , sebelumnya dilakukan launching 3 BPP Model di Sumba Barat.

Dalam audiensi, Rabu (11/11/2020) ini hadir pula Staff Ahli Bupati  Sumba Barat, perwakilan Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Kadis Pertanian Sumba Barat, Perwakilan dari Dinas Pertanahan, Dinas Perikanan, Kepala SMK PP, BPTP, BBPP Kupang serta instansi-instansi terkait lainnya.

Pjs Bupati Sumba Barat Semuel D Pakereng dalam sambutannya mengatakan,  Pemda Kab. Sumba Barat sangat senang atas kunjungan Sekertaris Badan PPSDMP di Kabupaten Sumba Barat.

Tentunya kunjungan Sekertaris Badan PPSDMP menjadi kesempatan agar bisa melihat langsung perkembangan sektor pertanian di Sumba Barat  serta memberi masukkan terkait hal-hal apa saja yang perlu dibenahi.

Ditambahkannya selama ini kinerja penyuluh pertanian dinilai sudah cukup baik namun harus terus diperhatikan dan perlu diberikan  dukungan sarana prasarana.

“Dimasa pandemic Covid 19 ini, hampir semua sektor ambruk namun yang mengangkat indonesia adalah pertanian. Sektor pertanian adalah sektor yang tetap stabil dan  hal itu tidak terlepas dari peran penyuluh yang luar biasa,” ungkapnya.

Disamping itu menurut Semuel, Provinsi NTT harus menjadi lumbung padi sehingga tak hanya mampu memberikan kecukupan pangan di NTT namun bisa juga untuk di jual.

Senada dengan hal tersebut, Sekertaris badan Dr Siti  Munifah juga mengungkapkan bahwa 2 sektor yang masih stabil di tengah pandemic covid 19 adalah Kominfo dan Pertanian.

Kontribusi dari sektor pertanian cukup besar. Hal ini terbukti dari pertumbuhan sektor pertanian yang mencapai 16% pada triwulan II.

“Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) selalu menyampaikan bahwa membangun pertanian bukan di mulai dari Jakarta namun dari desa kecamatan. Semua ini merupakan bentuk dari sinergi kerja yg diharapkan oleh menteri sehingga dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Lanjutnya, jika pembangunan pertanian dimulai dari tingkat kecamatan itu berarti bahwa konektivitas data dan kolaborasi kerja tidak boleh lengah.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa program Kementan Kostratani juga terkait dengan big data atau data yang memiliki skala (volume), distribusi (velocity), keragaman (variety) yang sangat besar, dan abadi.

“Kostratani adalah sumber data. Semua data pertanian yang dibutuhkan ada di Kostratani. Sehingga membutuhkan penggunaan arsitektur teknikal dan metode analitis yang inovatif untuk mendapatkan wawasan yang dapat memberikan nilai bisnis baru atau informasi yang bermakna,” ujar Dedi.

Dalam wawancara singkat dengan wartawan, Pjs Bupati Sumba Barat menyampaikan bahwa Sumba Barat sangat membutuhkan sentuhan-sentuhan dari pemerintah pusat.

“Kami sudah bertekad bahwa pembangunan pertanian di Sumba Barat harus tetap dijalankan dan tetap berada pada koridor sehingga dengan secepatnya dapat menjalankan gerakan pembangunan pertanian dimulai dari kecamatan untuk mendukung program Kostratani,” kata mantan Kabiro Humas Setda NTT ini.

Ditambahkannya bahwa Rencana pembangunan pertanian di Sumba Barat yaitu akan semaksimal mungkin memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada, jika sekarang masih banyak lahan kosong, kedepannya diharapkan semua lahan dapat dimanfaatkan untuk lahan pertanian.

Hal ini sejalan dengan arahan Mentan SYL bahwa lahan-lahan kosong jangan dibiarkan tidak ditanami sehingga tidak produktif sebagai sumber pangan yang dapat menopang ketahanan pangan.

“Kewajiban kita mendorong ibu-ibu dan bapak-bapak untuk mengembangkan lahan menjadi penopang ketahanan pangan. Manfaatkan lahan yang ada sebagai sumber pangan,” ujar Mentan SYL

SYL juga mengatakan peran Kostratani sangat dibutuhkan. Khususnya untuk membantu petani meningkatkan produktivitas.

“Target Kementerian Pertanian yaitu peningkatan produktivitas 7 % pertahun. Ini terjadi kalau ada yang menggerakkan. Dan yang menggerakan itu tentunya penyuluh dan petani dengan didukung Kostratani,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, sekertaris Badan PPSDMP juga menyampaikan bahwa Sumba Barat menjadi sasaran pembangunan pertanian karena sumber dayanya yang sangat banyak.

Adanya program food estate yang sudah berlangsung di Sumba Tengah diharapkan dapat direplikasi ditempat lainnya, kemudian program Tanam Jagung Panen Sapi( TJPS) yang menjadi program unggulan Provinsi NTT sudah sepatutnya dilaksanakan apalagi potensi alamnya yang sangat luar biasa.( * /ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *