Nilai Perjuangan para Pahlawan Bangsa Dahulu Mulai Tergerus di Era Milenium Ini

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang dinikmati generasi sekarang merupakan warisan perjuangan para Pahlawan dahulu. Nilai-nilai perjuangan para pahlawan kini tergerus oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era milenium ini.

Untuk itu, diharapkan peran para orangtua memberikan pengetahuan kepada anak-anak sebagai generasi estafet bangsa ini soal pentingnya nilai-nilai perjuangan para pahlawan dahulu untuk diteruskan.

Wakil Ketua  I DPRD Kota Kupang, Padron Paulus menyampaikan pendapatnya saat ditemuai di ruang kerjanya, Senin ( 9/10/2020). Adapun
Tema hari Pahlawan tahun 2020 adalah ” Pahlawan sepanjang masa”.

Djjelaskan Padron bahwa Tema ini memiliki maksud perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah rela mempertaruhkan nyawanya demi kedaulatan NKRI. Untuk itu sudah sepantasnya dikenang sepanjang masa oleh masyarakat Indonesia.

Menurut Padron Paulus, untuk memaknai hari Pahlawan, dirinya selaku pemuda sebagai generasi Bangsa yang sudah dipercayakan menjadi anggota  DPRD, tentu nilai-nilai perjuangan para pahlawan itu tetap diteruskan.

“Karena para pahlawan sudah memperjuangkan kemerdekaan untuk kita, tentunya kita sebagai generasi penerus bisa melanjutkan tongkat estafet ini  sesuai dengan kapasitas masing-masing, dengan porsi masing-masing, bidang pelayanan masing-masing untuk terus melanjutkan semua cita-cita bangsa ini,” jelas Padron.

Padron yang merupakan anggota dari Fraksi Nasdem ini, menilai bahwa jaman sekarang sangat berbeda jauh dengan masa perjuangan para pahlawan dahulu.

Saat ini, lanjutnya, nilai perjuangan para pahlawan dalam berjuang merebut dan mempertahankan Kemerdekaan saat ini seperti terabaikan oleh kalangan remaja dan anak-anak.

Dalam artian, kata Padron, saat sekarang sudah di era globalisasi  dengan keadaan semakin canggih dengan IT sehingga nilai-nilai budaya, nilai-nilai perjuangan yang ditanamkan oleh para pejuang,  dimana semakin tergeser dengan zaman sekarang.

” Saya mencontohkan anak saya. Disuruh belajar saja susahnya, lebih banyak main game dengan teman-temannya sudah hidup mandiri dalam kamar saja, tidak ada pergaulan. Seperti kita, bersosialisasi dengan teman-teman, tetangga tetapi hari ini anak-anak hanya dalam kamar saja,  mereka sudah bisa melihat dunia, berteman dengan semua teman-teman dari luar daerah bahkan hingga luar negeri,” kata Padron mencontohkan.

Dirinya mengakui, anak-anak  sekarang agak susah bersosialisasi dengan masyarakat dan tetangga bahkan orang tua pun jarang mereka temui karena sudah hidup dengat getgetnya.

Jadi dirinya menilai memang dengan adanya peradaban baru ini, peran para orang tua sangat penting untuk bagaimana caranya memberikan pengertian, kekuatan hinggga membentuk karakter anak-anak.

Padron menambahkan, memang serba dilema dimana apabila generasi sekarang mengikuti perkembangan zaman, sah-sah saja. Tetapi dirinya menekankan paling tidak nilai-nilai budaya yang sebelumnya sudah ditanamkan oleh para pahlawan terdahulu, budaya Timur itu harus tetap ditanamkan sehingga hidup gotong-royong, bersosialisasi dengan tetangga untuk terus memajukan daerah, bangsa dan tanah air tetap terwariskan.

Menurut Padron, zaman sekarang ini memang baik artinya banyak pengetahuan lewat media online, tetapi nilai budaya semakin tergeser. Untuk itu peran orang tua sangat dibutuhkan, apa lagi kalau orang tuanya sibuk maka ini sangat bahaya untuk perkembangan dan pertumbuhan karakter anak-anak.

Dirinya menceritakan, saat remaja untuk mengisi kemerdekaan ini dengan  prestasi olah raga. Terkhusus untuk para pemuda, karena dirinya seorang olah ragawan Volly, menggerakkan pemuda lewat olah raga.Saat ini sudah jarang sekali berolah raga yang dulunya dengan berolah raga untuk menemukan prestasi, mendapatkan pekerjaan.

“Dulu waktu saya SMA sudah bisa biayai diri sendiri lewat kantor- kantor dengan prestasi saya bermain bola Volly, dan itu satu bentuk bahwa kita juga ambil peran untuk membangun masa depan yang lebih baik. Artinya cita-cita leluhur kita bahwa bagaimana kita hidup mandiri,” tuturnya.

Ditanya Soal harapannya untuk kaum milenial dalam mengisi kemerdekaan , dirinya mengatakan, kaum milenial hari ini harus lebih banyak membaca, mendengar bahkan mempelajari semua cita-cita dari pahlawan dan proklamator kita.

“Bagaimana orang dari luar yang mampu dan bisa membangun bangsa kita? Kalau bukan kita sendiri. boleh pelajari pengetahuan lewat tehnologi media tetapi perjuangan dengan bergotong royong, bersosialisasi untuk bersama-sama membangun bangsa dan negara yang kita cintai ini juga sangat dibutuhkan,” pesan Padron. ( ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *