Sebanyak 25 Sanggar Seni di NTT Semarakan Pentas Kesenian Tradisional NTT 2020

Ket foto : Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Nusa Tenggara Timur (NTT), Julie Sutrisno Laiskodat.

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Pentas Kesenian Tradisional NTT 2020. Dalam pentas seni sehari ini, melibatkan 25 sanggar seni dari berbagai etnis di NTT.

Semarak pagelaran Pentas Kesenian Tradisional 2020 ini terlaksana bekerjasama dengan Forum Komunikasi Antar Sanggar Seni Etnis (Forkasse) NTT.

Semarak Pentas Kesenian Tradisional NTT 2020 dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT, Sabtu (7/11/2020) malam.

Masing-masing sanggar seni memberikan penampilan terbaik dengan menyuguhkan tarian tradisional etnis dari daerah atau kabupaten asalnya masing-masing.

Semarak Pentas Kesenian Tradisional NTT 2020 diawali dengan penampilan Sanggar Wela Pau Rana pimpinan Jehadu Hilarius, yang menampilkan tarian Caci dari etnis Manggarai.

Tepuk tangan riuh pun mengiringi setiap penampilan dari masing-masing sanggar yang menjadi kontestan.

Berbagai tarian etnis yang ditampilkan diantaranya, tarian Gawi dari Ende, tarian Pado’a dari Sabu Raijua, tarian Likurai dari Kabupaten Belu, dan lainnya.

Yang juga membuat Pentas Kesenian Tradisional NTT 2020 lebih semarak adalah kehadiran Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat  yang membuka kegiatan sekaligus menjadi salah satu jurinya.

Seperti biasa, istri dari Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat ini juga tampil memukau dengan busana kain tenun ikat yang membuatnya semakin cantik dan anggun.

Semarak Pentas Kesenian Tradisional NTT 2020 mengusung tema “Melalui Budaya, NTT Bangkit NTT Sejahtera”. Sementara menjadi juri selain Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat,  yakni pejabat dari Dinas Pariwita NTT, Ketua DPD Asita NTT, Perwakilan Kepala Sekolah SMA/SMK, dan pemerhati seni budaya.

Julie Sutrisno Laiskodat yang juga sebagai Ketua TP PKK NTT, sekaligus Anggota DPR RI Dapil 1 NTT dari Fraksi Demokrat, sebagai Bunda Literasi dan Bunda PAUD, dalam sambutannya mengatakan, program Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat – Joseph Nae Soi, adalah NTT Bangkit menuju NTT Sejahtera.

Dalam mendukung program ini, maka Dekranasda NTT bersama Forkasse NTT membangun dari sisi budaya sehingga lahirlah tema kegiatan Pentas Kesenian Tradisional NTT 2020 yakni “Melalui Budaya, NTT Bangkit NTT Sejahtera”.

Menurut Julie Sutrisno Laiskodat, Provinsi NTT memiliki potensi pariwisata yang jauh lebih unggul dari provinsi lainnya termasuk Provinsi Bali.

NTT punya hewan langka Komodo, punya danau tiga warna Kelimutu, dan masih banyak potensi alam yang lainnya, serta potensi budaya yang sangat kaya.

Baik berupa kain tenun atau kain adat, upacara adat serta tarian tradisionalnya, Masyarakat NTT harus menyadari bahwa kekayaan alam dan budaya sebagai potensi parwisata ini harus bisa dikembangkan dan dimanfaatkan bagi kesejahteraan.

Semua ini, kata Julie Sutrisno Laiskodat, terus dipromosikan dan dikelola dengan baik. Yang disukai wisatawan bukan Cuma potensi alam, tetapi juga potensi budaya.

Di dunia ini semua Negara punya alam, punya pantai, punya pengunungan, tetapi budaya yang kita miliki tidak ada di tempat lain. Ini kekayaan yang seharusnya bisa bermanfaat memberi kesejahteraan bagi masyarakat.

Oleh karena itu, Julie Sutrisno Laiskodat berharap, kegiatan Pentas Kesenian Tradisional NTT 2020 bisa membawa manfaat bagi kesejahteraan terutama bagi sanggar-sanggar seni dalam melestarikan budaya serta bermanfat bagi kesejahteraan.

Pemerintah melalui dinas pariwisata, dinas pendidikan dan intansi terkait lainnya mestinya memanfaatkan potensi ini. Bekerja sama dengan sanggar-sanggar seni yang ada dalam kegiatan-kegiata yang dilaksanakan.

Sementara  itu Ketua Forkasse NTT, Joni Thedens mengatakan, tujuan diselenggarakan Pentas Kesenian Tradisional  NTT 2020, untuk lebih mengangkat seni budaya NTT sehingga makin dikenal dan dicintai.

Sasaran yang ingin dicapai adalah memotivasi kawula muda untuk ikut terlibat memperkenalkan budaya NTT agar sejalan dengan program Gubernur yaitu pariwisata sebagai prime mover perekonomian NTT.

Joni berharap lewat pentas seni yang difasilitasi Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Nusa Tenggara Timur (NTT), kekayaan budaya yang ada di NTT semakin berkembang maju dan diketahui oleh semua pencinta seni budaya baik di dalam negeri maupun mancanegara. ( ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *