Perangi Penyebaran Pandemi Covid19, Pemda dan DPRD Sumba Tengah Siapkan Dana Rp 35 Miliar

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Penyebaran pandemi Covid19 yang masih menjadi virus menakutkan di seantero dunia, membuat pemerintah dan Dewan di semua kabupaten/kota di NTT bekerja maksimal dalam memerangi penyebaran Covid19. Tak terkecuali di Kabupaten Sumba Tengah.

Untuk mengatasi penyebaran virus Covid19 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Sumba Tengah mengalokasikan anggaran penanganan Covid19 sebesar Rp 35 Miliar.

Ketua DPRD Sumba Tengah, Drs. Tagela Ibisola yang juga anggota Fraksi Partai NasDem menyampaikan ini kepada Wartawan di Kupang, Kamis (22/10/2020).

Dikatakan Tagela, terkait dengan pandemi Covid19 yang menyebar di seluruh dunia juga di Sumba Tengah, pemkab dan Dewan menindaklanjuti apa yang menjadi Keputusan Pemerintah Pusat untuk diambil langkah-langkah.

Di tingkat Provinsi, keluar Edaran dari Gubernur NTT untuk pemerintah di tingkat bawa wajib melakukan pencegahan penyebarannya.

Terhadap keputusan pemerintah dan edaran gubernur itu, kata Tagela, Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah bersama Dewan mengambil langkah-langkah stategis. Sekitar empat kali pembahasan mengenai pengalokasikan anggaran soal bagaimana mengatasi penyebaran covid19.

“Jadi kalau kami di Sumba Tengah bukan sombong tapi dalam mengatasi covid kami lebih siap. Dana yang kami siapkan sebesar Rp 35 Miliar,” katanya.

Menurut Tagela, sebelum penetapan anggaran Covid19 ini, bupati menawarkan ke dewan melalui pimpinan Dewan atas nama lembaga ditawarkan dana Rp 22 miliar.

“Saya bilang tidak bisa dan harus hitung ulang karena perlu antisipasi apabila covid ini berlangsung lama lalu roda ekonomi tidak jalan maka masyarakat tidak bisa mendapatkan hasil bahkan terjadi peningkatan dalam hal ini PHK terutama mereka yang datang dari luar Sumba lalu mereka kembali, mau diapakan mereka,” jelasnya.

Dirinya sangat tegas karena pandemi ini belum diketahui kapan berakhir. Pemerintah dan Dewan . harus lakukan sesuatu soal bagaimana mempersiapkan anggaran yang cukup agar tidak ada dampak pada daya beli warga.

” Karena apabila orang pulang dari Jawa maka karantina mandiri selain itu kita pikir aspek ekonomi terutama makan minum. Maka dari Rp 22 miliar ditambah jadi Rp 35 miliar dan kita paling besar dalam hal penanganan covid dibandingkan kabupaten lain di NTT,” tutur Tagela.

Alasan ditambah anggaran dari tawaran Pemkab, katanya, ini maksudnya ada dana cadangan sehingga nanti apabila covid19 masih jalan terus dan semua daya sudah tidak bisa lagi maka dana cadangan bisa dipakai.

“Kan bisa digunakan dalam bentuk BLT untuk bisa beli makan minum. Karena uang negara tidak bisa sembarang dipakai jadi harus terencana secara baik,” katanya.

Tagela menambahkan, jika nanti covid sudah selesai dan sudah bisa ditangani maka uang sisa itu tidak mungkin keluar tetap jadi kas daerah sehingga bisa digunakan untuk program lain.

“Kami di Sumba Tengah ada 1 pasien dianggap terpapar karena dia datang dari luar lalu sekarang dikarantina. Daerah kami bersih dari covid karena pos masuk dari Sumba Timur dan Sumba Barat kita jaga ketat betul. Hampir semua di daratan Sumba khusus Sumba Tengah masih aman,” tambahnya.

Menurutnya, wilayah Sumba Tengah aman dari Covid19 karena Dewan selalu mendesak pemerintah untuk bekerja sungguh-sungguh dan jangan main-main.

Dirinya mengimbau kepada warga Sumba Tengah agar tetap taati protokoler kesehatan Covid19. Karena segala instruksi dari tingkat pusat sampai daerah harus satu garis komando yaitu wajib terapkan protokoler kesehatan dan harus diikuti.

“Warga harus tetap berhati-hati. Terkait pemberian dana BLT, saya imbau warga supaya bisa sisihkan beli masker, beli ikan, susu dan makan makanan bergizi supaya pertahanan tubuh bagus. Karena covid ini kalau tubuh kurang sehat maka gampang terkena virus ini,” pesan Tagela.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *