Ikuti Perkembangan Zaman, KSP CU Serviam Perkuat SDM Manajemen

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Kredit Simpan Pinjam (KSP) Credit Union (CU) Serviam, Kota Kupang, NTT dari waktu ke waktu terus berupaya memperbaiki sistem pelayanan mengikuti perkembangan zaman. Salah satunya adalah memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) manajemen karena dalam KSP akan selalu berhadapan dengan keuangan.

Untuk itu, setiap kali ada perekrutan karyawan manajemen baru, maka langkah awal yang dilakukan KSP CU Serviam adalah memberikan penguatan kapasitas terutama pembukuan. Pada periode tahun buku 2020 ini, sebanyak 26 karyawan bagian manajemen mendapat pelatihan Akutansi Dasar yang diselenggarakan tanggal 8-10 Oktober 2020.

Wakil General Manager  KSP CU Serviam, Kupang, Apolonaris Ola Ama,  kepada Media ini di Kupang, Sabtu (10/10/2020) mengatakan, pelatihan Akutansi dasar KSP CU Serviam ini bukan rencana tahunan dan selama ini sudah berjalan tetapi pola kerja manual.

Tetapi secara sistem, katanya, karyawan rata-rata belum memahami terutama dalam transaksi keuangan ke anggota. Sehingga dengan penguatan kapasitas melalui pelatihan terutama pembukuan diharapkan ada pemahaman yang baik dalam pelayanan.

” Karena di masing-masing manajemen diberi target dengan membuat laporan tiap bulan setiap tanggal 4 harus ada dimana  mereka harus memberikan laporan. Sedangkan pengetahuan pembukuan itu masih belum makanya kita laksanakan ini,” jelas Apolonaris.

Dikatakan Apolonaris, pelatihan penguatan kapasitas terutama pembukuan ini untuk angkatan ke 18 dan 19. Mereka adalah karyawan manajemen baru sehingga perlu diberikan kapasitas karena semua kerja terukur sesuai target memberikan laporan sesuai aspek masing-masing.

“Mereka adalah utusan dari kantor cabang 23 orang khusus kasir. Selama ini mereka sudah lakukan tapi sistem manual belum,” tambahnya.

Terkait adanya pandemi Covid19 dimana banyak koperasi mem-PHK kan karyawan, Apolonaris menegaskan, memang diawal ketika pandemi ini mulai muncul sekitar sebulan terganggu terutama pada pendapatan.

Tetapi setelah itu berjalan normal seperti biasa. Malahan justru peningkatan luar biasa karena tuntutan kebutuhan. Untuk itu, pada tahun 2020 ini pihaknya merekrut karyawan manajemen baru sebanyak 26 orang dari disiplin ilmu apa saja dengan kriteria minimal tamatan D3.

“Saya juga mau tegaskan bahwa penerimaan ini tanpa melihat agama. Semua yang memiliki kemampuan direkrut. Bahkan keanggotaan di KSP CU Serviam yang visi misinya bernuansa Katolik tapi paling banyak dari Kristen Protestan. Total Karyawan semuanya di Timor 125 orang diluar pengurus,” jelasnya.

Mengenai kesejahteraan karyawan, Apolonaris mengatakan, diberlakukan yang namanya UMR. Ada masa percobaan lalu akan dilihat kinerjanya yang imbasnya pada kesejahteraan karyawan itu sendiri. Hak-haknya diberikan sesuai aturan perkoperasian.

Dirinya berharap karyawan yang sudah mengikuti pelatihan ini harus semakin lebih baik lagi dalam mengelola manajemen dan pelayanan pada anggota. Mereka bisa menguasai keuangan sehingga koperasi ini lebih baik lagi kedepan.

Sementara di tempat yang sama, Petrus Ratu selaku Tim Pengendali Internal KSP CU Serviam, mengatakan, di KSP CU Serviam dalam program kerjanya ada program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Kebetulan terkait peningkatan SDM, katanya, terhitung Januari 2020 KSP ini sudah membentuk 31 kantor cabang pembantu di Semau, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu dan Malaka. Karena itu pendidikan pelatihan dasar akuntasi menjadi sangat penting.

“Karena sejak Januari 2020, dalam hal pertanggungjawaban keuangan, dari KCP bertanggung jawab ke kantor cabang lalu ke pusat,” katanya.

Menurut Petrus, peningkatan SDM harus lebih utama karena bergerak dalam bidang keuangan yang berproduksi melalui simpan pinjam sehingga para manajemen harus dididik

“Produk kita berupa pinjaman dan investasi. Ada beberapa simpanan seperti ziarah, hari tua, pendidikan dan sipena. Kami juga ada yang namanya perlindungan bersama yang masuk dalam Gerakan Koperasi Kredit Indonesia,” ujar Petrus.

Tentang keanggotaan, Petrus menjelaskan, sudah mencapai 42.000 lebih dan total aset Rp 292 Miliar. KSP ini masih fokus di Timor dan sekitarnya dan belum ekspansi keluar Timor. Walaupun oleh pemerintah Provinsi NTT sudah memberikan status Koperasi Primer.

“Kenapa kita lakukan kegiatan pelatihan ini karena pada tahun buku 2020 kami ada rekrut 26 karyawan manajemen yang sudah disebarkan ke kantor cabang dan cabang pembantu sesuai kebutuhan. Sehingga perlu dididik manajemen SDM karena dalam koperasi hal pertama adalah pendidikan, berkembang juga lewat pendidikan baik karyawan, pengurus, pengawas dan pengendali. Sekarang era milienium sehingga perlu kita ikuti perkembangan karena hal utama kita adalah bagaimana menjaga kepercayaan anggota,” pungkas Petrus.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *