Pelaku UMKM di Kota Kupang Jangan Menyerah pada Keadaan Ditengah Covid19

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Pelaku UMKM di Kota Kupang diharapkan jangan menyerah pada keadaan dalam menghadapi pandemi covid19 yang sedang terjadi sekarang. Akibat Pandemi covid19 ini maka pelaku UMKM harus merubah pola pikir bersama.

Bahwa pandemi ini  tidak bisa dihindari sehingga yang sekarang dibutuhkan adalah harus terbiasa hidup dalam situasi covid ini atau ibarat bersahabat dengan covid.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang dari Fraksi Gerindra, Rikardus O.Yunatan menyampaikan ini kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Kupang, Senin (28/9/2020).

Rikardus yang juga Penggiat UMKM di Kota Kupang ini menjelaskan, ditengah situasi pandemi covid19 apakah pelaku usaha mikro harus diam tentu tidak mungkin. Harapan bersama bahwa dengan pandemi covid ini pelaku usaha mikro dituntut lebih kreatif dan inovatif.

“Jangan menyerah dengan keadaan ini walaupun ada yang mengatakan socialdistance, jaga jarak dan tidak boleh penjualan langsung. Tapi saya mau katakan ada inovasi seperti penjualan online,” jelasnya.

Menurut Rikardus, masyarakat harus lebih cerdas berfikir yang utama sekarang adalah bukan mengenai dagang untung yang dulu orang membayangkan secara materi. Tapi untung yang sekarang itu untung hidup dulu itu sudah beruntung. Bertahan hidup itu suatu keuntungan yang bisa disyukuri pada Tuhan bahwa kita bisa menjaga diri sendiri.

Dalam bisnis, lanjut Rikardus, pelaku usaha harus lebih kreatif. Banyak cara seperti orang menawarkan jasa menghantar kebutuhan bahan pokok sehari-hari apakah itu ikan,sayur, beras, dll. Harga diposting sesuai harga pasar hanya menambah jasa mengantar dari pagi sampai malam Pukul 19.00 Wita.

“Bayangkan malam dia posting besok ada 10-20 rumah tangga yang pesan lalu dia antar ke tiap rumah lalu terima jasa antaran Rp 10.000. Ini yang saya bilang bagian dari kreatif dan inovatif yang dilakukan,” ujar Rikardus.

Dirinya meminta pelaku usaha mikro jangan terpaku dan pasrah tapi intelektualnya harus dirubah supaya jangan terus menyalahkan pemerintah. Pemerintah sudah membuat terobosan berupa bantuan yang disiapkan banyak untuk pelaku usaha mikro.

Khusus pada sub sektor perikanan ada bantuan berupa kapal, cool box, di koperasi ada bantuan mesin jahit, kereta, kemudian ada kebijakan Pemkot Kupang pemberian usaha pembuatan masker yang diberikan ke pelaku usaha mikro. Memang pandemi ini belum diketahui kapan berakhir sehingga dirinya berharap perlu dipikirkan pula soal ketahanan pangan.

“Himbauan saya, warga perlu mencari sumber bahan pokok lainnya. Lumbung padi dibangun karena banyak resiko karena dulu kita kekurangan beras gampang minta dari negara lain. Sekarang negara mana yang mau kasih maka harus bangun lumbung pangan. UMKM jangan menyerah tapi inovatif dengan memanfaatkan IT yang ada. Covid menyerang tanpa pandang profesi maka tetap perhatikan protokoler kesehatan,” pungkasnya.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *