Hadapi Pandemi Covid19, Pemprov NTT Galakkan Gerakan Disertifikasi Pangan Lokal

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Penyebaran virus covid19 yang melanda dunia berdampak sangat serius pada lumpuhnya sendi-sendi kehidupan khususnya pada sektor ekonomi. Terhadap kondisi ini, pemerintah NTT tidak bisa membiarkannya begitu saja. Untuk itu dicarikan solusi dengan menciptakan inovasi memanfaatkan pangan lokal.

Untuk menggapai harapan ini maka upaya yang dilakukan adalah semua pihak terkait harus duduk bersama memberikan pandangan dalam upaya mendesain program gerakan disertifikasi pangan lokal.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederick Koly, STP saat membuka kegiatan “Gerakan Disertifikasi Pangan Lokal Sumber Karbohidrat Non Beras Tahun 2020” di Kupang, Jumat (25/9/2020) sangat senang dengan gagasan panitia melaksanakan kegiatan ini.

Dijelaskannya, saat ini kebijakan nasional meminta semua pihak menyikapi situasi global mengenai ancaman pangan karena covid19. Ancaman covid19 sudah ada di depan mata karena semua sektor tidak bisa bergerak terutama industri dan ekonomi.

Dikatakannya, semua sektor lumpuh karena dibatasi dengan protokoler kesehatan sehingga semua tidak bisa berdaya. Sumber daya tidak bisa dimobilisasi baik holtikultura, kacang-kacangan  juga kebutuhan hewani.

Untuk itu, lanjutnya, panitia menggagas ini sangat tepat. Diharapkan ini bisa memberikan nilai tambah dalam menghadapi situasi yang ada.

“Kalau kita melihat di sekeliling kita, sudah ada upaya UMKM khusus di Kota Kupang. Mereka terlibat dimana bahan olahan disajikan untuk kita bisa respon atau beli. Sumber karbohidrat di NTT cukup banyak salah satunya produksi ubi-ubian dimana bisa mencapai 3 juta ton per tahun. Ada produksi kacang ijo, kacang tanah, kedelai, semua ada karbohidratnya,” jelas Lecky.

Menurut Lecky, tantangan yang dihadapi sekarang adalah psikologi masyarakat. Perlu dibiasakan ke masyarakat NTT agar mulai mengkonsumsi makanan karbohidrat non beras. Untuk itu menjadi tugas bersama dalam hal melakukan inovasi terutama di Litbang, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM)   Undana untuk bersama membuat inovasi.

“Kita memiliki tanaman ubi, jagung, pisang tapi belum diolah secara baik. Kita perlu buatkan inovasi agar disukai. Dengan begitu maka orang akan tertarik. Kami sangat harapkan dukungannya,” pinta Lecky.

Kepala BPTP NTT, Dr. Procula Rudlof Matitaputy, yang juga sebagai salah satu Nara Sumber mengatakan, mereka sangat mendukung ide, gagasan dari pemerintah NTT dalam mengelola pangan lokal.

“Kita bersama mencarikan solusi dalam kaitannya memanfaatkan pangan lokal non beras. Kami di Balai Besar pasca panen biasanya mengajak petani mengembangkan inovasi tanaman alternatif karena ini kita hadapi situasi pandemi. Jadi saya kira Gerakan Disertifikasi Pangan Lokal ini sangat bagus,” katanya.

Dikatakan Pria asal Ambon ini, ada beragam jenis pangan lokal yang memiliki kandungan nilai gizi tinggi. Gerakan ini menghemat konsumsi beras dengan non beras. Inovasi-inovasi bisa diterapkan dengan memanfaatkan pangan lokal karena ada jagung, pisang, ubi.

“Kami komitmen membangun NTT kedepan. Kami siap bantu dengan membuka diri karena tugas pokok kami adalah pengkajian dan penelitian,” katanya.

Kabid Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Ir Steven Lay, MM saat dijumpai mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk menyadari dan memahami manfaat pangan lokal yang sangat beragam dan sangat berpotensi dijadikan sumber karbohidrat non beras.

” Nilai gizi pangan lokal tidak kalah dengan makanan nasional yang selama ini kita konsumsi, kita ingin mengembalikan potensi didaerah diseluruh NTT” pungkasnya.

Adapun Nara Sumber lain pada acara ini, Dosen FKM Undana, Dr. Intje Picauly, M.Si, Hesti Natalia Lodorohi selaku Penyelia Pemasaran Bisnis pada BNI Cabang Kupang, Pdt. Yandri Manobe, S.Th pendeta pada Sinode GMIT. Peserta merupakan ASN Dinas terkait dan UMKM yang ada di Kota Kupang.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *