ASN di TTU Diminta Hati-hati, Jika Terlibat Langsung di Pilkada Hukumannya Dipecat

KEFAMENANU. NUSA FLOBAMORA— Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Timor Tengah Utara (TTU) dihimbau agar hati-hati dalam pelaksanaan pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020. Apabila ikut terlibat secara terang-terangan maka hanya ada dua hukuman yaitu sanksi hukuman sedang dan berat.

Sanksi hukuman sedang akan diturunkan pangkat satu tahun atau penundaan kenaikan pangkat setahun. Apabila kelihatan foto bareng paslon atau menunjukkan gerakan ada keberpihakan apalagi tampil secara terang-terangan menjadi jurkam maka sanksi berat diberhentikan dari ASN.

Peringatan ini disampaikan Sekda Kabupaten TTU,   Fransiskus, Tilis, S.IP kepada Wartawan di Kefamenanu, Selasa (22/9/2020).

Menurut Fransiskus, dalam aturan sudah jelas bahwa seorang ASN dilarang ikut dalam politik praktis. Hal inipun selalu disampaikan kepada ASN di TTU pada setiap upacara apel kesadaran Hari Senin maupun kesempatan-kesempatan pertemuan bersama.

“Setiap upacara apel kesadaran Hari Senin maupun di berbagai kesempatan selalu saya himbau agar ASN harus hati-hati. Karena ada larangan keras untuk ikut bersama orang lain mendukung salah satu paket pasangan calon (Paslon) ada Pilkada serentak 2020,” katanya

Dijelaskannya, semua ASN di TTU sudah disampaikan soal Surat Edaran Mendagri terbaru melalui BKN dari Bawaslu menegaskan bahwa ASN yang hadir dalam deklarasi saja ada hukumannya.

Sehingga dirinya menghimbau bahwa ada ruang apabila suami atau istri ASN apabila salah satunya maju menjadi calon apakah di pilkada maupun Pileg supaya mengajukan cuti diluar tanggungan negara.

Apabila sudah selesai masa cuti, katanya, maka mengajukan permohonan untuk bekerja kembali. Ini pengalaman seperti pada Pileg lalu dimana para suami atau istri ASN diundang untuk diberikan pemahaman aturan agar hati-hati karena kalau ketahuan maka sanksi hukuman sedang dan berat.

“Sanksi sedang diturunkan pangkat satu tahun atau penundaan kenaikan pangkat setahun. Apabila kelihatan foto bareng paslon atau tunjukan gerakan ada keberpihakan lalu tampil secara terangan menjadi jurkam maka diberhentikan dari ASN. Makanya saya selalu himbau hati-hati bahwa ada hak memilih tapi itu ada waktunya,” pesan Fransiskus.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *