Kantor Bahasa NTT Gelar Uji Coba dinamis UKBI

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Menindaklanjuti program dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (UPPB) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kantor Bahasa NTT melakukan uji coba dinamis Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).

Kegiatan melalui virtual secara nasional ini dilaksanakan selama 5 hari dari tanggal 4-18 September 2020 yang melibatkan 100 peserta dari berbagai kalangan.

Yakni, pelajar tingkat SD (10 orang), SMP (10 orang), dan SMA (10 orang), mahasiswa/Duta Bahasa (10 orang), guru (10 orang), dosen (10 orang), staf teknis, penyuluh, dan karyawan Kantor Bahasa NTT (16 orang), penerjemah (4 orang), dan wartawan (10 orang), serta profesi lainnya (10 orang).

Sesuai Surat Kantor Bahasa NTT, Nomor: 970/14.30/TU/2020, Pembukaan kegiatan dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting, Senin (14/9/2020).

Sementara pelaksanaan uji coba dinamis UKBI dilakukan di Laboratorium UKBI Kantor Bahasa NTT, Jalan Jend. Soeharto Nomor 57A, Naikoten I, Kupang sesuai jadwal yang telah ditentukan bagi masing-masing peserta. Setiap hari kegiatan dibagi dalam dua hingga tiga sesi. Masing-masing sesi diikuti 10 peserta.

Kepala Kantor Bahasa NTT, Syaiful Bahri Lubis, mengatakan, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI)merupakan alat uji standar yang dimiliki oleh pemerintah Republik Indonesia.

Secara teknis, pelaksanaan UKBI diatur oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang ditunjuk sebagai lembaga yang menyelenggarakan UKBI.

Menurutnya, UKBI merupakan alat ukur yang standar terkait kemahiran berbahasa Indonesia, baik bagi penutur jati maupun penutur asing. UKBI, lanjutnya, mencakup kemahiran berbahasa Indonesia baik secara tertulis maupun lisan.

“Terdapat tiga jenis layanan pengujian UKBI yakni, UKBI berbasis kertas, UKBI berbasis komputer, dan UKBI berbasis internet. Sementara materi dalam UKBI meliputi lima seksi dengan durasi waktu berbeda yakni, mendengarkan 30 menit, merespons kaidah 20 menit, membaca 45 menit, menulis 30 menit, dan berbicara 15 menit, “katanya.

Dirinya juga menjelaskan, UKBI memiliki beberapa dasar hukum yakni, Permendikbud Nomor 70 tahun 2016, PP Nomor 82 tahun 2016, PP Nomor 57 tahun 2014, dan UU Nomor 24 tahun 2009.

“Kepada peserta, saya berharap agar dapat mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya sesuai jadwal dan arahan yang telah disampaikan panitia dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” pinta Lubis.

Menurutnya, dengan mengikuti kegiatan uji coba dinamis UKBI, Ia berharap peserta mendapatkan pengalaman berharga terkait kemahiran berbahasa Indonesia.

“Sebagai contoh, seorang guru, apalagi guru Bahasa Indonesia, ungkapnya, bisa mengukur kemampuan berbahasa Indonesia yang dimiliki,” ujarnya.(*/ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *