Paslon Paket Sehati Ingatkan Pendukungnya untuk  Hindari Fitnah di Medsos

KEFAMENANU. NUSA FLOBAMORA—Pasangan calon Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Kristina Muki bersama pasangan calon Wakil Bupati, Yosef Tanu secara resmi sudah mendaftar di KPU TTU untuk bertarung pada Pilkada 9 Desember 2020. Paket yang diberi nama Sehati ini sangat meyakini akan memenangkan pertarungan dengan prosentase diatas 60 persen.

Optimisme kemenangan dari Paket Sehati ini karena warga TTU sudah sangat mengenal sosok Kristina Muki dan Yosef Tanu mengenai apa yang sudah dikerjakan selama ini.

Tugas paslon sekarang adalah mengingatkan tim dan pendukung agar menghindari fitnah yang tidak perlu melalui media sosial. Tim dan pendukung tetap bekerja dan selalu solid untuk memenangkan Pilkada TTU nanti.

Bakal Calon Wakil Bupati TTU, Yosef Tanu menyampaikan ini saat ditemui di kediamannya di Kefamenanu, Minggu (6/9/2020).

Yosef Tanu yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Umum Setda TTU ini mengungkapkan, terkait Pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020 nanti, dirinya bersama calon Bupati Kristina Muki sangat optimis memenangkan pertarungan di Pilkada.

Paket yang diusung Partai NasDem ini, lanjutnya, sangat  optimis karena dengan pertolongan Tuhan mereka akan menang. Dan riwayat sampai keduanya diusung NasDem karena awalnya mereka tidak pernah mencari-cari partai untuk dicalonkan.

“Kenapa saya sampaikan optimis menang karena saya punya keyakinan bahwa saya dan Ibu Kristina Muki tidak pernah mencari-cari jalan dicalonkan. Karena Ibu  Kristina sudah merasa nyaman di DPR RI dan saya di Birokrat Pemda TTU.  Tapi ternyata dalam survei yang dilakukan lembaga independen, kami lebih unggul,” jelas Yosef.

Dirinya mempertegas kembali pernyataan Ketua Bapilu DPW NasDem NTT, Alex Ena pada Deklarasi paket ini bahwa proses pencalonan melalui mekanisme survei beberapa kali oleh lembaga independen dan paket ini unggul sangat jauh.

“Sehingga sekarang ini tinggal komitmen berjuang maksimal memenangkan pertarungan di Pilkada. Soal dipilih atau tidak itu kuasa mutlak Tuhan. Tuhan mau mengurapi siapapun, itu hak Tuhan tapi hitungan manusia paket ini menang,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Yosef,  ada beberapa poling dibuat di media sosial paket ini selalu diatas prosentase  50 persen. Bagi Paket Sehati,  mau dua paket, tiga paket atau empat paket sama saja dan mereka sudah siap bersaing secara sehat. Tujuannya adalah Paket Sehati menang di pilkada TTU.

“Bahkan kerja tim maksimal bisa mencapai 60 persen. Gelombang massa yang  datang mengikuti deklarasi dan menghantar ke KPU TTU untuk mendaftar merupakan bukti bahwa separuh dari pemilih di TTU sekitar 50 persen dan jika tidak terpilih itu sangat mustahil,” ujar Yosef yang sejak 2016 bertekun di lahan perkebunannya.

Alasan target kemenangan, kata Yosef, selama tiga bulan belakangan keliling bertemu keluarga kenalan dari desa desa, 90 persen warga sangat antusias menerimanya dan mendorongnya untuk maju di Pilkada.

“Saat kami turun, masyarakat iklas dan swadaya menyiapkan bahan makanan dan tidak dikeluarkan dari kantong kami. Pertemuan lazimnya orang mau kegiatan kirim dulu uang untuk konsumsi. Tapi yang saya lihat dan rasakan warga iklas memberi. Ini karena orang suka bahkan potong sapi babi untuk siapkan makan juga mereka tulus memberi dan saya sangat terharu,” ujar sosok low profile ini.

Menurut Yosef, pada deklarasi paket ini, warga hadir
dari niat tulus dan iklas  dengan biaya sendiri.  Dalam ilmu politik bahwa kalau berpolitik ongkosnya mahal tetapi baginya tidak ditemui karena semua yang hadir adalah  keluarga.

Bukan saja dari Insana tapi Miomafo, Noemuti dan dari mana-mana mereka datang memberikan dukungan. Pengalaman setelah berkebun secara profesional sejak 2016 sampai saat ini karena setiap hari dirinya ke kebun minimal sehari 10 orang datang berkunjung.

“Hidup ini kan harus berbagi karena dalam Kitab Suci Nasrani bahwa jadilah Lilin-lilin kecil tidak usah api unggun besar di tengah kehidupan. Bibit pepaya dan anggur saya bagikan secara cuma-cuma dan saya tidak pernah berfikir soal akan ke sini (Pilkada). Tapi ini tentu investasi sosial yang pernah saya buat. Dan ini meringankan kita karena dalam hitungan matematika berapa biaya keluar maka dana cukup besar tapi karena warga datang sendiri maka ini luar biasa,” tambah suami dari Fridolyn Marlin Dhae ini.

Yosef mengajak  masyarakat TTU harus cerdas menilai siapa yang punya hati membangun daerah ini dan mana yang mengejar jabatan. Jangan sampai pilkada menjadi kesempatan merusak peradaban dalam hal ini persaudaraan, kedamaian.

“Pendukung Paket Sehati sudah kami beritahu untuk hindari fitnah,  hindari akun palsu di medsos. Mari berpolitik yang santun karena rakyat yang menilai siapa selama ini sudah berbuat mereka sudah tahu,” kata Yosef.

Buat  lawan-lawan politik di pilkada, dirinya juga berpesan untuk saling menjaga perdamaian. Jangan menabur duri di daerah, jangan menfitnah orang karena itu perbuatan menyesatkan.

” Saya tidak sependapat kalau berpolitik dengan memfitnah. Harapan saya yang maju berikan pendidikan politik yang santun dan elegan dengan menunjukan kepada warga bahwa jika terpilih apa yang bisa dilakukan,” harapnya.

Dia menambahkan, pilkada ini memilih dua orang untuk menakodai daerah ini. Dari rahim ibu sudah digariskan untuk menjadi ini.

Jangan mencari kesalahan orang dengan fitnah di medsos karena tidak untung. Karena Tuhan sudah karuniai talenta masing-masing. Tugas pemimpin adalah menggembalakan daerah ini untuk jauh lebih baik terutama melangkah jauh lebih maju.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *