Beni Seran Dapat Kado Istimewa di HUT ke 35 KSP CU Serviam

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Pada puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke 35 KSP CU Serviam, Kota Kupang, ada kado istimewa yang diperoleh, Benediktus Seran, SH. Beni kembali dilantik menjadi General Manager KSP CU Serviam untuk yang kedua kalinya menahkodai kopdit ini.

Beni saat dijumpai beberapa waktu lalu, berpenampilan sederhana dan bersahaja ini mengatakan, diberikan tanggung jawab menahkodai KSP CU Serviam untuk yang kedua kali, merupakan satu tantangan untuk lebih baik lagi.
Karena persoalan jabatan bukanlah sebuah prestise tetapi sebagai tanggung jawab.

Ditanya soal perjalanan kariernya, sampai menjadi seorang General Manager, suami dari Modesta Mimi ini bercerita, Serviam berdiri tahun 1985, dan dirinya menjadi anggota tanggal 11 Maret 1988 dengan nomor anggota 110.

” Dalam perjalanan tahun 1992, saya diminta oleh pengurus sebagai bendahara sampai 1993. Kemudian kita diikut sertakan untuk ikut pelatihan manager. Pada tahun 1994, saya diminta oleh pengurus untuk menjadi manager sampai 2016,” tuturnya.

Ketika dalam perkembangan perubahan dan juga perkembangan pelayanan kata Beni, maka tahun 2014 dibuka kantor cabang dan kemudian tahun 2016 dibuka lagi 3 kantor cabang.

“Maka pada waktu itu, di tahun 2016 saya dipercayakan untuk menahkodai dieksekutif sebagai General Manager 2016-2019. Dan setelah 2019, diperpanjang setahun untuk mempersiapkan proses rekrutman GM yang baru,” jelasnya.

Dijelaskan Beni, Ketua Pengurus KSP Serviam Wara Sabon Dominikus menyampaikan bahwa proses rekrutmen GM sekitar 2 tahun lalu, dengan sistem wawancara, presentase serta psikotes. Dan dari catatan tersebut , panitia dan pengurus mempercayai dirinya untuk memimpin Serviam sampai 2024.

Ditanya soal suka duka yang dijalani sebagai GM , Bapak dari 3 putra ini menuturkan, untuk mengurus sebuah koperasi dengan bermodalkan kepercayaan tidaklah gampang.

Dirinya menggambarkan 20 tahun perjalanan Serviam itu anggota baru mencapai 800 anggota pada waktu itu tahun 1985 sampai 2005 dengan aset Rp 2, 2 milyiar.

” Saya bersyukur pada tahun 2004 – 2006 pengurus bersepakat untuk membangun kantor pertama Serviam berada di Penfui. Sejak itu kepercayaan masyarakat baru muncul. Dan pada tahun 2006 setelah kantor Serviam berdiri, pertumbuhan Serviam semakin maju,” katanya.

Beni jebolan Sarjana Hukum Undana Kupang ini mengatakan, 20 tahun berjuang untuk membesarkan Serviam ini bukan waktu yang singkat.

Disitulah Serviam diuji, sejauh mana bisa bertahan dalam situasi waktu itu. Ketika itu manajemen baru 3 orang. Pada tahun ke 10 baru Serviam punya manajemen. Jadi selama 10 tahun koperasi ini diurus oleh pengurus.

Pada tahun 1994 katanya, baru Serviam mengangkat manajemen. Pada waktu itu 3 orang termasuk dirinya sampai tahun 1999 tinggal 2 orang karena 1 meninggal.

Itulah duka yang dialaminya, betapa beratnya membangun image masyarakat untuk bisa bergabung bersama serviam.

Untuk bersaing ditengah menjamurnya Koperasi saat ini, Beni dengan motto hidupnya” diatas langit ada langit” mengatakan, salah satu cara Serviam untuk anggotanya adalah menjadi bagian yang tidak terpisahkan.Spinoff itu adalah satu cara untuk membangun kepemilikkan anggota terhadap lembaga koperasi ini.

“Selama ini kita harus jujur mengatakan bahwa, simpan pinjam tidak bisa mengakomodir seluruh kebutuhan anggota, apalagi kita masih fokus pada konteks finansial semata. Sebab kajian analisis bisnisnya, iya. Tetapi melakukan pendampingan belum,” katanya.

Maka spin off yang ditawarkan akan diramu dan dibuatkan secara baik. Yang menjadi konsentrasi saat ini, akan membangun sebuah model pengembangan yang riilnya, akan dibuat satu lokasi ekowisata dengan sistem sekolah lapangan dan menjadi informasi sekaligus membangun skill masyarakat.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *