Konflik  Antara Masyarakat Besipae dan Pemprov NTT  Berakhir Damai

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Konflik lahan antara masyarakat Besipae Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan Pemerintah Provinsi NTT berakhir damai.

Kesepakatan damai ini disaksikan oleh  Camat Amanuban selatan, Ketua Klasis Amanuban selatan,  Usif Frans Nabuasa,  Usif P.R Nabuasa dan  Usif Nope J.D.I Nabuasa.

Dari Usif  memutuskan dan memerintahkan , untuk segera memanfaatkan lahan ini untuk kesejahteraan masyarakat Besipae.

Usif juga meminta agar kapling segera diberikan kepada masyarakat yang sudah pemda NTT relokasi di areal yang sudah pemerintah siapkan seluas 800 meter persegi atau 20×40 meter.

Demikian Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah  NTT, Dr Zeth Sony Libing, M.Si menyampaikan hal ini didepan sejumlah awak media di Besipae, Sabtu ( 22/8/2020)

Dikatakan Sony, saat ini dirinya bersama,  Usif,  Dandim 1621/ TTS letkol Czi Koerniawan Pramulyo, Camat Amanuban Selatan, Ketua Klasis Amanuban Selatan akan melakukan sosialisasi terhadap warga yang ada di Besipae, terkait kesepakatan dimaksud.

Sony atas nama pemerintah Provinsi NTT, sangat bersyukur,  karena atas kemurahan Tuhan semuanya bisa berjalan dengan lancar dan baik.

Menurutnya, konflik terjadi ini,  sudah berjalan 12 tahun dan tidak terselesaikan. Dan saat inilah baru bisa diselesaikan.

“Saya besyukur atas kemurahan Tuhan semuanya akan berjalan lancar, masaalah yang sudah berjalan 12 tahun ini sudah bisa terselesaikan dengan baik dan semuanya akan indah,” ungkapnya.

Dirinya mengharapkan  suasana ini segera kondusif  agar pemerintah bisa menjalankan pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat di Besipae.

Pemerintah akan menjalankan program pengembangan peternakan, pertanian dan pariwisata, area ini juga akan dijadikan  klas area orang pergi dan pulang dapat menikmati tempat ini.

” Kami akan membangun los khusus bagi masyarakat, agar bisa berjualan kain tenun ikat, siri pinang dan semua hasil kebun  masyarakat besipae di lokasi ini dan kami percaya pasti banyak orang yang beli, karena ini adalah jalur trans selatan dan juga banyak obyek wisata sekitar sini sehingga orang dari luar pasti melewati jalur ini dan beristrirahat menikmati kerajinan masyarakat disini,” katanya.

Sony menegaskan, Pemerintah Provinsi NTT menghargai pihak-pihak yang masih meragukan dalam menyelesaikan konflik di Besipae dan menjalankan program-program di Besipae.

Tetapi lewat  pendekatan yang persuasif lewat Usif, Dandim dan camat Amanuban Selatan serta Ketua Klasis Amanuban Selatan semuanya terselesaikan dengan baik.( ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *