Gubernur NTT Ajak Warga Berjuang Melawan Pandemi, Kemiskinan dan Ketertinggalan

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Berkenaan dengan HUT ke 75 Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2020 nanti, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat
menyampaikan pidato kenegaraan mengenai capaian pembangunan selama tahun 2020.

Dalam pidato ini, gubernur mengajak warga NTT pada saat ini lewat tatanan normal baru, berjuang untuk melawan pandemi, kemiskinan dan ketertinggalan dengan bekerja produktif dan inovatif dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Dalam pidato Gubernur NTT yang dibacakan Wakil Gubernur, Drs. Josef Nae Soi di Aula Fernandes Kantor gubernur NTT, Sabtu (15/8/2020) disebutkan, tahun ini kita sedang berada dalam masa-masa yang sulit karena pandemi corona virus disease atau Covid-19.

Virus yang  pertama kali terdeteksi di Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019 kini telah mewabah ke seluruh dunia.  Virus ini tidak hanya mengancam kesehatan dan keselamatan manusia, tetapi juga sekaligus memukul sendi-sendi ekonomi dunia, termasuk Indonesia.

Sejak pandemi ini mewabah di Indonesia, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota bersama TNI/POLRI, lembaga agama dan sosial terkait lainnya telah bahu-membahu melakukan berbagai tindakan antsisipatif dan pengendalian untuk menekan penyebaran virus ini bertransmisi lebih luas di NTT.

Kebijakan pembatasan sosial dilakukan dengan kerja dari rumah atau work from home  yang dikombinasikan dengan sistem shift, belajar dari rumah atau learning from home, sosialisasi cara hidup sehat,  cuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak fisik dan menghindari kerumunan massa.

Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota bersama TNI/POLRI serta pemangku kepentingan terkait selalu memprioritaskan dan memberikan perhatian serius terhadap penanganan Covid-19 di daerah ini, yang tentunya harus dikoordinasi dan diselaraskan dengan kebijakan Pemerintah Pusat.

Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota tidak diperkenankan untuk mengambil kebijakan sepihak apalagi bertentangan dengan kebijakan nasional agar penanganan covid-19 dapat fokus, terkoordinasi dan terkendali.

Pemerintah Provinsi NTT kemudian mengambil langkah berani untuk membuka kegiatan di luar rumah lebih awal agar masyarakat dapat bekerja kembali sehingga roda ekonomi kembali berputar dan pemulihan ekonomi terjadi.

“Saya sadar bahwa ini adalah pilihan yang sulit dan berisiko, namun saya percaya masyarakat dapat cepat beradaptasi dengan tatanan kehidupan normal baru, yaitu bekerja sambil waspada agar virus ini dapat dikendalikan,” katanya.

Langkah penyelamatan ini diambil, karena pandemi ini tidak bisa kita prediksi kapan waktu berakhirnya. Untuk itu,  telah ditetapkan Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 26 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Diharapkan masyarakat NTT dapat bekerja sambil mempedomani Peraturan Gubernur ini, sehingga kita dapat hidup sehat dan produktif.

Bila kita melihat kembali sejarah perjuangan bangsa, di masa penjajahan, tepatnya di masa menjelang kemerdekaan Tahun 1945, bangsa Indonesia sudah pernah melaksanakan perubahan tatanan hidup baru yang dinamai dengan gerakan “Hidup Baru”.

Gerakan “hidup baru” ini dimanfaatkan oleh Dewan Pertimbangan Pusat di masa pendudukan Jepang yang diketuai oleh Ir. Soekarno, untuk mewujudkan penghidupan baru bagi masyarakat Indonesia dengan cara membuang sikap lemah rakyat Indonesia pada masa penjajahan dan membentuk jati diri sebagai bangsa merdeka.

Adapun beberapa butir pedoman gerakan Hidup Baru yang dapat kita adopsi untuk tatanan normal baru, di antaranya beriman dan bertaqwa kepada Tuhan, berkhidmat kepada tanah air, bersifat kesatria, berdisiplin terhadap diri, menghormati orang tua, terbiasa hidup bersih dan sehat lahir bathin, berhemat, giat bekerja, cinta ilmu pengetahuan, suka menanam dan memuliakan kerja tangan.

Apabila pada waktu lalu gerakan Hidup Baru berhasil diterapkan untuk meraih kemerdekaan dari penjajah, maka saat ini lewat tatanan normal baru, kita juga sedang berjuang untuk melawan pandemi, kemiskinan dan ketertinggalan dengan bekerja produktif dan inovatif dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

“Untuk itu, pada momentum bersejarah  ini, saya mengajak seluruh masyarakat NTT agar terus meningkatkan kewaspadaan dan daya juang dengan mengobarkan semangat yang menyala-nyala bersama-sama memerangi berbagai permasalahan sosial ekonomi di daerah ini demi mewujudkan visi “NTT bangkit menuju sejahtera”,” pinta Gubernur Viktor.(Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *