Dr. Aqua Dwipayana, S.I.Kom Berbagi Ilmu buat Jurnalis di NTT

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—-Suatu keberuntungan buat para Jurnalis di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya di Kota Kupang bisa bersua muka dengan Dr. Aqua Dwipaya, S.I.Kom. Sang motivator yang sudah melalangbuana di berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri ini, membagi ilmu terutama kiat mencapai kesuksesan di tengah pandemi covid19.

Walaupun sudah sukses dalam karier, tidak membuat Dr. Aqua tinggi hati. Justru ditengah kesibukannya tetapi meluangkan waktu bertatap muka dengan para Jurnalis di Kota Kupang.

Pada tatap muka bersama dengan Dr. Aqua Dwipayana, S.I.Kom di Sotis Hotel Kupang, Minggu (9 /8/2020), tidak terkesan resmi. Diskusi santai dan penuh canda dan tawa bersama. Kesan sederhana ditampilkan Dr. Aqua dimana cuma mengenakan baju kaos biru berkrah dipandu celana jins.

Mantan wartawan yang berprofesi sebagai motivator dan pakar komunikasi ini menuturkan,
salah satu kelebihan dari wartawan yang tidak dimiliki oleh banyak profesi lainnya adalah, kekuatan membangun jaringan.

Dijelaskannya, menjadi seorang wartawan itu mudah. Artinya, bagaimana menjadi wartawan yang profesional  maka perlu meningkatkan wawasan,  pengetahuan dan rajin belajar.

“Wartawan itu dikatakan cerdas, dilihat dari pertanyaannya. Bagaimana cara menanggapi dan  narasumber pasti respek,” jelas Dr. Aqua.

Dihadapan para Jurnalis dan Dandim 1604 Kupang Letkol (Inf) Jimmy Rihi Tugu, Kasi Intelrem Letkol (Inf) Mufakher, Kapenrem 161/ Wirasakti Mayor (Inf) Arwan Minarta, Dr. Aqua menyentil pengalamannya ketika masih aktif menjadi wartawan.

Lulusan Strata-3 ( S3 ) Bidang Komunikasi ini mengapresiasi dan menghormati profesi wartawan, karena pekerjaaan wartawan itu sangat mulia.

” Saya sangat tidak respek kalau ada orang atau institusi yang tidak menghargai wartawan.Karena sehebat apapun karya orang, sehebat apapun organisasinya, tidak ada artinya tanpa dukungan teman-teman media,” tandas pengarang Buku
“Produktif Sampai Mati” ini.

Dirinya mengakui bahwa banyak wartawan muda bertanya kepadanya soal bagaimana agar diperhatikan oleh narasumber.

“Jawabannya sederhana. Profesional dan rajin belajar. Wartawan itu cerdas dilihat dari pertanyaannya, bagaimana kita menanggapi, narasumber pasti respek,” jelas pria rendah hati ini.

Menurut Dr. Aqua, sekarang ini adalah era membangun. Pertanyaannya, bagaimana dengan profesi wartawan?. Bagaimana konstruksi membangun karena dalam situasi sekarang ini dihadapkan dengan covid 19 yang cukup berat.

Pria asal Pematang Siantar ini menegaskan, salah satu kelebihan wartawan yang tidak dimiliki oleh banyak profesi lainnya adalah kekuatan untuk membangun jaringan.

Kalau selama menjadi wartawan itu tetap profesional menjaga hubungan dan terutama meningkatkan kemampuan, lahan didepan luas sekali termasuk di NTT.

Yang penting pesan mantan Wartawan Jawa Pos ini adalah bagaimana menjaga hubungan baik dengan semua orang. Prinsipnya adalah siapa yang bisa di bantu akan dibantu. Bagaiman menjaga hubungan baik. Karena semua Agama mengajarkan, untuk menjaga, memelihara, mengembangkan, meningkatkan yang namanya silahturahim.

Dikatakannya, dalam kondisi seperti ini wartawan tidak perlu kuatir menyikapinya. Karena sebagai wartawan profesional  yang mulia ini tidak akan menolak tugas.

” Saya dikatakan sebagai mantan wartawan yang sukses, karena itu adalah buah dari kerja keras, kerja cerdas dan investasi selama jadi wartawan dan sampai hari ini,  saya masih berhubungan baik dengan para nara sumber,” ujarnya membagi pengalaman pribadi.

Dirinya berpesan agar wartawan harus betul-betul mengaktulisasikan diri, karena sebagai manusia yang berprofesi mulia dimanapun berada pasti akan dihargai orang.

Menurutnya, orang dihargai atau tidak ada 2 hal yang penting diperhatikan yaitu, Pertama, bagaimana  menghargai dirinya sendiri. Kalau  sebagai wartawan menghargai profesi sendiri.

Yang utama dibutuhkan wartawan adalah informasi,  dan dinyatakan kredibel sebagai wartawan kalau menulis dan menshare berita yang memang itu fakta bukan karang atau hoax. Kedua, soal bagaimana menghargai orang lain.

Apabila kedua hal ini sudah ada pada diri seorang jurnalis maka dimanapun dan dalam situasi apapun akan dihargai oleh nara sumber.(erni amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *