Senator DPD RI  Prihatin Akses Informasi di NTT Sangat Terbatas

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Dapil NTT, dr. Asyera Respati A. Wundalero sangat prihatin dengan kondisi terbatasnya akses telekomunikasi dan informasi di NTT. Banyak keterbatasan yang ada diharapkan masyarakat tidak perlu putus asa, tetapi sama-sama berjuang agar harapan bisa terpenuhi.

Hal ini diutarakan Senator Asyera di sela-sela menjadi pembicara pada kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting bersama Lakpesdam PWNU NTT dan JEPOL Fisip Undana di Kantor  Lurah Teunbaun, Kecamatan Amarasi Barat,Kabupaten Kupang, Selasa (4/8/2020).

Dalam pandangan  pribadinya sebagai anggota DPD RI dari Daerah Pemilihan NTT, dirinya memang menemukan banyak persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Namun, dirinya berharap kondisi keterbatasan yang ada lalu membuat warga putus harapan. Wargapun tentu jangan selalu  bergantung pada pemerintah semata untuk mensuport tetapi perlu juga ada daya inovasi.

“Kita tahu bersama luasnya wilayah NTT  dan banyak perbedaan. Kita harus juga berinovasi. Saya memang merasakan banyak kendala jangan kan bicara soal internet, jaringan listrik saja belum merata,” tutur dr. Asyera.

Dirinya mengusulkan agar perlu ada langkah inovatif dalam hal mengakses komunikasi dan informasi misalnya membangun radio edukasi. Dalam situasi pandemi covid19 ini memang semua bidang kehidupan lumpuh termasuk sektor pendidikan.

“Saya kira perlu dengarkan radio yang tugasnya mengedukasi warga. Dengan media radio para
Siswa bisa belajar berkelompok. Para pelajar di  Kota juga belum semua menggunakan virtual jaringan internet. Ini masukan karena kondisi ini sebelum covid  sudah kita rasakan soal keterbatasan,” jelasnya.

Ia sangat prihatin karena ketika pemerintah  baru mau bergerak membangun ke arah kemajuan dihantam dengan covid yang  tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

“Kita tidak bisa berdiam diri dan harus ada inovasi dari diri sendiri dan terutama peran orangtua. Pola lama dimana tanggung jawab pendidikan di guru harus dihilangkan. Ditengah pandemi ini peran harus bersama bukan pada guru saja  tapi dikembalikan pada tanggung jawab orangtua juga,” harap dr. Asyera.

Menurutnya, masyarakat NTT tentu menaruh harapan besar pada tokoh Nasional asal NTT, Joni Plate yang kini dipercayakan memimpin Kementrian Komunikasi dan Informasi. Diharapkan dengan menjadi orang nomor satu di Kementrian ini,   bisa menjadi jembatan aspirasi masyarakat NTT karena selama ini NTT mengalami keterbatasan informasi.

Wanita yang sangat low profile ini juga memberi saran kepada warga agar  perlu memperhatikan norma dalam mengakses setiap informasi.

“Ketika arus informasi semakin terbuka apakah warga sudah siap. Filter sudah baik atau tidak karena begitu banyak informasi bisa saja salah menerjemahkan. Harapannya dengan arus informasi bisa membuka cakrawala berpikir, cara pandang justru menjadi hal negatif,” ujarnya.

Menurut dr. Asyera, saat ini beberapa sekolah sudah menerapkan pendidikan berbasis digital. Dia berharap ada inovasi dari satuan pendidikan sehingga tidak ketinggalan. Tak lupa dr. Asyera berpesan bahwa perlu  diperhatikan pula aspek kesehatan.

“Kalau anak-anak tetap stunting bagaimana memberi nutrisi pada sel otak mereka mulai satu hari kelahiran pertama di dunia harus diperhatikan. Soal infrastruktur memang wilayah Timur Indonesia khusus NTT memang masih dibutuhkan. Tapi pemerintah ketika menggeser perhatian dari infrastruktur ke pemberdayaan maka kita juga harus siap. Saya tentu tetap memperhatikan apa yang menjadi aspirasi warga NTT di DPD RI,” tegas dr. Asyera.(Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *