K2S Kota Kupang Berbagi Daging Kurban Buat Umat Lintas Agama

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Pengurus dan anggota Kontak Kerukunan Sosial (K2S) Keluarga Jawa di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari raya Idul Adha 1441 berbagi daging hewan kurban buat umat lintas agama.
Tradisi berbagi ini sudah menjadi agenda tahunan pada saat Idul Adha.

Pada Idul Adha tahun 2020 ini, K2S Kota Kupang menyiapkan 85 ekor sapi dan 87 ekor kambing yang secara keseluruhan berjumlag 172 ekor hewan kurban. Jumlah ini lebih tinggi dari total hewan kurban pada Idul Adha 2019 lalu.

Demikian disampaikan Sekertaris Panitia Hari Raya Idul Adha K2S Kota Kupang,  Heru Tjahjono kepada wartawan di sela-sela kegiatan pemotongan hewan kurban di Oesapa Kecil (Pohon Duri), Jumat (31/7/2020).

Menurut Heru yang sudah empat kali menjadi Sekertaris panitia Idul Adha ini, pada tahun 2020 ini pengurus dan anggota berhasil mengumpulkan hewan kurban sebanyak 172 ekor dengan rincian, 85 sapi dan 87 kambing.

Hewan kurban ini, jelas Heru, merupakan hasil dari pengurus dan anggota sendiri tanpa ada sumbangan dari pihak manapun. Semuanya dengan penghasilan yang ada padanya, membentuk kelompok untuk membeli sapi ataupun kambing.

“Memang setiap tahun kita adakan sendiri tidak ada bantuan dan donasi dari pihak lain. Ini sudah setiap tahun kami laksanakan dan lokasi pemotongannya di kawasan Pohon Duri Oesapa,” katanya.

Dijelaskannya, panitia yang sudah terbentuk kemudian menghimpun para Korwil yang ada pada kelurahan-kelurahan untuk menyampaikan nama-nama yang berhak menerima daging kurban.

Total Korwil sekitar 30an yang ada di semua kelurahan. Bahkan satu kelurahan bisa terdapat 2-3 korwil tergantung berapa banyak warga Jawa yang ada di lokasi itu.

“Dari Korwil panitia akan dapat nama-nama yang akan menerima daging hewan kurban. Dalam hitungan kami ada sekitar 2.000-an lebih yang akan menerima daging kurban. Kita belum bisa pastikan karena biasanya pada sore hari ada lagi sumbangan hewan,” tandas Heru.

Dirinya menegaskan, pembagian hewan kurban ini tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lain. Umat lintas agama di Kota Kupang akan menerima daging sesuai daftar yang diberikan Korwil.

Ditanya soal Idul Adha kali ini bertepatan dengan masalah pandemi Covid19, Heru mengatakan, pemotongan hewan tetap menerapkan protokoler kesehatan. Panitia sangat ketat mengawasi siapapun yang datang. Apabila tanpa mengenakan masker maka dilarang masuk ke kawasan pemotongan hewan kurban.

“Kami tegas. Jika yang datang tidak pakai masker maka kami tidak ijinkan masuk ke lokasi. Petugas pemotong hewan juga diperiksa suhu tubuh, cuci tangan dengan sabun dan kenakan masker. Jadi betul-betul kami terapkan protokoler kesehatan,” terangnya.

Tentang sistem pembagian daging yang sudah terisi dalam kantong apakah akan diantar panitia, Heru membenarkan. Melalui Korwil kemudian dibawa ke rumah penerima guna menghindari penumpukan orang. Pemotongan hewan kurban juga melibatkan pendeta sebagai wujud kebersamaan. Hewan kurban yang disembelihpun sudah melalui pemeriksaan oleh tim dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Kupang.(Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *