KSP CU Serviam Tetap Survive Walau Berhadapan dengan Pandemi Covid19

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Masalah pandemi covid19 yang melanda belahan dunia ini, ikut berdampak ada geliat perekonomian di NTT lebih khusus pada nasabah koperasi. Hal inipun dirasakan pihak KSP CU Serviam, Kota Kupang.

Walau ditengah pandemi Covid19, jajaran KSP CU Serviam tetap survive dengan tetap melakukan kegiatan bersama nasabah dalam upaya menata hidup, merubah hidup bersama dalam suka dan duka.

Ketua Pengurus KSP CU Serviam, Dr Wara Sabon Dominikus, M.Sc didampingi GM Serviam Benediktus Seran, SH menyampaikan ini saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa ( 28/7/2020).

Dijelaskan Dominikus, terkait dengan pandemi covid 19, informasi ke masyarakat dalam bentuk sosialisasi dari Kopdit Serviam ini terbatas dan tidak bisa dilakukan. Dampaknya masyarakat yang bergabung menjadi anggota itu jauh dari rencana target bulanan.

Tetapi setelah situasi ” new normal” ini berlaku, katanya, manajemen Serviam mulai bergerak lebih leluasa untuk bisa mengunjungi masyarakat dan saat ini mulai terasa dengan penambahan anggota.

Untuk target yang akan dicapai, katanya, masing-masing kantor cabang dan kantor cabang pembantu itu beda-beda. Dalam evaluasi bulanan di setiap kantor cabang dan kantor cabang pembantu itu, ada beberapa tempat yang memang butuh personil lebih.

Karena terhalang dengan covid maka perekrutan untuk sementara mengalami penundaan. Pada Bulan Mei sampai b Juli, Serviam sudah mulai maju bergerak.

“Jadi untuk ke masyarakat kami mulai bergerak dengan program sosialisasi, motivasi dan kami lihat bahwa masyarakat aman-aman. Kecuali terkait degan pinjaman dan angsurannya yang usahanya yang berdampak langsung dengan Covid. Contonya, supir, ojek dan penjual sayur. Tapi kebijakan diinternal, kita tidak bebaskan tetapi kalau angsurannya tidak bisa dibayar ya bunganya bisa dibayar,” jelasnya.

Berdasarkan hasil evaluasi  Serviam di tengah covid ini, jelasnya,  masih bisa menjangkau untuk beban-beban operasional termasuk gaji karyawan. Sehingga diputuskan tidak perlu untuk merumahkan tetapi Manajemen Serviam memakai sistem  dengan menurunkan jam kerja.

“Memang dalam evaluasi tertentu secara psikologi bukan merumahkan, tetapi kalau pendapatannya tidak mencapai yang direncanakan, ada peluang besar kita turunkan gaji tidak dibayar full  hanya 80 persen. Dan kebijakan ini berdasarkan evaluasi. Semata-mata kami lakukan untuk keberpihakkan kepada lembaga ini,” katanya.

Dalam perjalanan, manajemen merasa tertantang dan akhirnya hampir 99, 9 persen teman-teman karyawan sanggup dan target bisa tercapai.

Dalam memasuki usia yang ke 35 tahun ini, KSP CU Serviam selalu berbenah diri dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk para nasabahnya.  Sekali jatuhkan pilihan ke Serviam, tetap setia dengan Serviam.

” Untuk masyarakat saya berharap, bersama bergabung dalam satu kelurga besar Serviam. Bersama menata hidup, merubah hidup bersama dalam suka dan duka,” harapnya. ( amperawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *