Kursi Jabatan Ketua Golkar Kabupaten Kupang Masih Rahasia, Keputusan Resmi di DPP Golkar

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Walaupun telah digelar Musyawarah Daerah (Musda) X DPD II Partai Golkar Kabupaten Kupang, Senin (20/7/2020) namun belum menghasilkan keputusan siapa yang menduduki jabatan kursi ketua DPD II.

Hal ini karena forum belum berhasil memilih dua kandidat yang maju bersaing yakni Ketua DPD II Golkar demisioner, Jerry Manafe yang juga Wakil Bupati Kupang dan Wakil Ketua Demisioner, Daniel Taimenas yang kini menjabat Ketua DPRD Kupang.

Informasi yang dihimpun Media ini, Senin (20/7/2020), Musda X mengalami deadlock sehingga keputusan resmi soal ketua DPD II Golkar Kabupaten Kupang akan ditentukan kemudian oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Kegiatan Musda X ini diikuti 24 Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) se Kabupaten Kupang. Dua kandidat ini mendapat dukungan seimbang sehingga forum belum bisa mengambil keputusan. Adapun tema kegiatannya, Kita satu untuk Indonesia dan sub tema, Golkar solid untuk kemajuan Kabupaten Kupang.

Jerry Manafe kepada Wartawan menegaskan, Partai Golkar lebih mengedepankan asas musyawarah mufakat. Hal ini sejalan dengan penyampaian Ketua DPD I Partai Golkar NTT bahwa musda dipending karena ada beberapa hal yang perlu dikonsultasikan ke DPP. Setelah itu barulah dilanjutkan kembali setelah mendapat keputusan soal kapan digelar kembali untuk memilih ketua.

“Instruksi DPP, Golkar harus solid dan Golkar tidak boleh ada perpecahan. Segala keputusan ditentukan melalui forum musyawarah mufakat. Semua Kader Golkar tunduk dan patuh pada perintah DPP Golkar. Itu juga komitmen kami berdua, apa pun arahan DPP nanti kita musyawarah mufakat,” ujar Manafe.

Secara terpisah Daniel Taimenas yang juga salah satu kandidat mengatakan,  Musda kali ini menentukan dirinya bersama Jerry Manafe sebagai calon Ketua DPD II Golkar Kabupaten Kupang.

Dirinya menghormati apapun keputusan  DPP Golkar soal siapa yang bakal menjadi ketua nanti. Apapun keputusan DPP  dipastikan semua kader akan menerima dan saling mendukung.

“Mau Bapak Jerry Manafe juga pasti saya akan tetap mendukung. Mau seperti apapun tetap mendukung. Apapun keputusan DPP Golkar menjadi final dan mengikat, semua kader partai wajib patuh dan taat terhadap keputusan DPP,” jelas Daniel.

Melki Lakalena, Ketua DPD Partai Golkar NTT, saat membuka secara resmi Musda Golkar ke X Kabupaten Kupang mengatakan, Musda adalah momentum baik untuk merefleksikan perjalanan organisasi sepanjang 5 tahun perjalanan dari pengurus yang sudah berjalan.

“Melaksanakan refleksi ini secara jujur ada positif dan negatif perjalanan kita, Sehingga tentu semua ini kita bisa ambil pengalaman maupun kegagalan, manfaat, sucsetory yang bisa kita lanjutkan di periode kedepan dan perlu perbaikan,” katanya.

Lanjutnya, Musda Golkar ini penting karena posisi ada di daerah yang menjadi ibu kota NTT yaitu Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, karena disinilah pertemuan suku bangsa di negeri ini maupun suku bangsa flobamorata. Maka musda di Kabupaten Kupang ini karena keberagaman,; kemajemukan juga ada di Kabupaten Kupang.

Dikatakan anggota DPR RI ini bahwa Musda adalah momen untuk penyegaran berbagai macam pemikiran, program termasuk juga soal kepemimpinan.

“Partai Golkar NTT dari total hampir 150 pengurus, 65 persennya perempuan. Itu ada penyegaran kepengurusan. Karena kita juga harus merespon kebutuhan jaman hari ini. Yang dibawah 30 tahun dari 150 orang pengurus DPD Golkar NTT, kurang lebih 60 persen. Dan tuntutan kedepan, harus bisa memadukan kemampuan para senior dan juga energi baru,” jelas Melki.

Dirinya berharap Musda ini ada penyegaran kepengurusan yang bisa merespon tuntutan jaman saat ini.(Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *