SMK Wirakarya Kupang Tetap Eksis Ditengah Pandemi Covid19

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Kehadiran SMK Wirakarya, Kupang sejak tahun 1984 tetap eksis berkarya menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang handal dan berkualitas ditengah pandemi covid19.

Walaupun dengan minimnya siswa dan fasilitas pendukung, namun lembaga terus berusaha menampung dan mendidik anak-anak tidak mampu yang berasar dari pinggiran kota agar kelak menjadi orang yang berguna bagi masa depannya.

Kepala SMK Wirakarya Kupang, Sam Oscar Sir, S.Pd (33 tahun) menyampaikan ini di ruang kerjanya, Sabtu (18/7/2020).

Menurut Sam yang sudah tiga tahun memimpin lembaga ini, ditengah pandemi covid19, jajaran SMK Wirakarya, Kupang tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Langkah yang tengah dilakukan sekarang adalah mempersiapkan alat pelindung diri (APD) bagi siswa dan guru-guru.

“Menghadapi proses belajar mengajar di new normal ini kami persiapkan APD dulu. Kami persiapkan alat cuci tangan, sabun, masker. Sekolah yang siapkan masker kepada anak-anak.
Memang ada masker dibeli anak-anak sendiri tapi kami di sekolah wajib siapkan lebih,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) saat ini belum dilaksanakan. Direncanakan diadakan pada Senin (20/7/2020) para siswa hadir di sekolah dengan tatap muka hanya 4 jam.

“Kami siswa terbatas karena total seluruhnya 109 siswa sehingga bisa tatap muka karena maksimal tiap ruagan 18 anak, kami sudah memenuhi syarat. Intinya kita tetap taati protokoler kesehatan,” ujar Sam.

Dirinya menambahkan, pada kegiatan penerimaan siswa baru, mereka menggunakan pola offline karena sasarannya bukan anak perkotaan. Biasanya ditampung anak-anak dari pinggiran Kota Kupang seperti dari Kabupaten Kupang dengan rata-rata per tahun ajaran sekitar 30-50 anak yang mendaftar.

“SMK Wirakarya orientasi pendidikannya pada bisnis manajemen (Bisman) dengan tiga jurusan yakni, Jurusan Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran, Jurusan Akuntasi Keuangan Lembaga dan Jurusan Bisnis Daring dan pemasaran,” pungkasnya.

Soal tenaga pengajar, Sam mengatakan, total 19 guru dimana 6 orang merupakan ASN dan selebihnya guru yayasan Wirakarya. Sekolah ini berdiri sejak tahun 1984 dan tetap eksis hingga saat ini dengan menghasilkan lulusan cukup banyak terserap di beragam bidang pekerjaan.

Ditanya pola KBM apakah tetap tatap muka atau belajar dari rumah, Sam menjelaskan ada dua opsi bisa online juga offline. Online manakala ada siswa yang memiliki HP android sedangkan yang tidak ada maka pola offline dengan ketentuan siswa mengambil bahan tugas di sekolah lalu mengerjakan di rumah kemudian diantar ke guru mata pelajaran di sekolah.

“Kami punya harapkan buat pemerintah tolong perhatikan sekolah swasta terutama kegiatan penerimaan siswa baru. Memang sudah ada pola zona dan kami mendapat kuota cukup karena sekolah negeri sekarang ada pembatasan siswa,” harap Sam.

Sam berpesan kepada para orangtua/wali agar di masa pandemi covid19 ini diharapkan ikut membantu anak-anaknya dalam belajar. Guru di sekolah cuma beberapa jam mengawasi dan mendidik sehingga peran orangtua lebih banyak membantu anaknya.

“Tugas yang diberikan guru kalau bisa orangtua ikut kontrol agar anak bisa selesaikan dengan bertanggung jawab. Kita belum tahu sampai kapan pandemi covid19 ini berakhir sehingga para orangtua juga perlu membimbing anaknya untuk bisa belajar di rumah,” pinta Sam.(Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *