Lulusan Stikes Maranatha Jangan Pernah Angkuh maupun Sombong

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Sebanyak 66 perawat lulusan profesi Ners dilantik dan diangkat sumpah secara resmi untuk selanjutnya mengabdi di tengah masyarakat.

Terhadap para Ners yang merupakan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Maranatha Kupang, agar menjadi perawat profesi ners yang terus belajar dan jangan pernah angkuh atau sombong.

Ketua Dewan Pembina Yayasan STIKES Maranatha Kupang Drs. Semuel Selan menyampaikan ini pada
Acara pelantikan dan angkat sumpah enam puluh enam (66) perawat lulusan Profesi Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Maranatha Kupang, di Hotel Romyta Kupang, Sabtu (18/7/2020).

Kegiatan ini dihadiri juga Direktur, Ketua Pembina Yayasan NTT, Ketua DPW PPNI Nusa Tenggara Timur, para rohaniawan, pejabat struktural, ke 66 orang mahasiswa yang diangkat sumpah serta semua undangan.

MenurutSemuel Selan, acara ini merupakan momen kebanggaan yang perlu diapresiasi karena ditengah pandemi covid19 Stikes Maranatha Kupang menghasilkan 66 perawat dengan profesi ners.

Dirinya mengharapkan agar perawat yang telah di lepas dan diangkat menjadi perawat profesi ners ini bisa terus mengabdi dan terus belajar.

Jangan pernah angkuh atau sombong tetapi terus maju, pantang mundur dengan segala situasi. Jangan takut untuk maju, seperti kondisi kesehatan sekarang yang sangat membutuhkan tenaga kesehatan untuk menjadi garda terdepan dalam mencegah penyebaran covid19.

Direktur Stikes Maranatha Kupang, Stefanus Mendes Kiik, S.Kep.Ns.M.Kep.Sp.Kep.Kom, mengatakan, proses pelantikan dan pengangkatan sumpah perawat profesi ners ini merupakan acara yang sangat bermartabat.
Acara ini walaupun tidak di hadiri orangtua/wali, namun mereka pasti merasa bangga karena anaknya telah menyelesaikan studi atau proses pendidikan di STIKES Maranatha Kupang. Hal ini menunjukan proses kemandirian bagi para perawat yang telah meraih profesi ners ini.

“Hari ini telah terjawab segala pergumulan dan kerja keras adik-adik, dengan perjuangan yang di tempuh selama ini. Atas nama institusi, kami merasa bersyukur dan bahagia karena kita tidak pernah kalah bersaing dengan lulusan-lulusan institusi lainnya,” tegas Stefanus.

Stefanus berharap, melalui prestasi ini bisa menjadi jembatan kesuksesan bagi para lulusan sehingga mampu bersaing di era globalisasi. Tetap bekerja profesional dan mengendepankan kasih serta selalu
menjaga nama baik institusi, profesi dengan tetap menjaga tali persaudaraan.

Dirinya mengajak ke 66 lulusan ini untuk ikut bergabung dalam organisasi kampus Ikatan Alumni Stikes Maranatha Kupang. Tak lupa, Ia menyampaikan terima kasih untuk para orangtua/wali yang mempercayakan anaknya belajar di lembaga ini.

“Jadilah pelayan yang mau melayani dan jangan jadi pelayan yang mau dilayani dan tetap mencintai profesi ini,” pesan Stefanus.

Sementara itu Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) NTT, Aemilianus Mau, mengatakan, dalam kesehatan khususnya bidang keperawatan profesi ners dan kebidanan sangat dibutuhkan.

Profesi ini bukan untuk kepentingan pribadi namun untuk kepentingan bersama. Sebagai contoh dalam covid-19 ini yang berani maju untuk melawan demi terputusnya rantai penyebaran ini adalah mereka-mereka yang bekerja di bidang kesehatan termasuk 66 perawat ini nantinya.

Pada akhir acara ini, dilaksanakan penyerahan secara simbolis  buku disctancing yang di tulis Ketua Stikes Maranatha Kupang.(Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *