Dibiarkan Merana Bertahun-tahun, Warga Nasipanaf Inisiatif Swadaya Perbaiki Jalan

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Jalan masuk ke Wilayah Nasipanaf yang merupakan jalur yang membelah dua wilayah yakni Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, sudah puluhan tahun dibiarkan merana.

Jalan yang diistilahkan warga setempat seperti Kali Kering ini, selama ini tidak pernah diaspal sejak CV Waskita Karya membuat lapen. Untuk itu, warga bergotong royong dengan modal dasar Rp 10 juta membuat jalan coran semen agar bisa dilintasi kendaraan tanpa hambatan.

Koordinator kegiatan Gotong Royong warga Nasipanaf,  Hasan Mansyur,  menyampaikan hal ini saat ditemui di sela-sela kegiatan, Sabtu (11/7/2020) petang.

Hasan menceritrakan bahwa jalan ke Nasipanaf ini merupakan jalan yang berada di tengah memisahkan warga Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Selama ini warga sangat kesulitan menggunakan jalan ini karena kondisinya rusak berat.

Bahkan, kata Hasan, warga memberi istilah seperti kali kering karena tidak bisa dibedakan mana jalan sesungguhnya. Untuk itu, karena merasa prihatin, para tokoh masyarakat maupun warga yang ada sepakat untuk gotong royong memperbaiki.

“Ini jalan dulunya pernah dibuat lapen waktu CV Waskita Karya karena ada proyeknya jadi mereka buka. Tetapi setelah berjalannya waktu, jalan ini rusak dan tidak pernah ada kemauan baik dari pemerintah baik Kota maupun Kabupaten Kupang untuk perbaiki,” ujar Hasan.

Dijelaskan Hasan, mereka tidak membeda-bedakan warga apakah Kota Kupang atau Kabupaten Kupang. Intinya, dengan modal dasar semangat gotong royong dan kemauan baik agar jalan ini bisa dilewati dengan aman dan lancar.

“Panjang ruas jalan ini 800 meter tapi yang rusak berat 300 meter sehingga kami swadaya murni buat coran semen. Kita juga minta sumbangan alakadarnya dari warga berupa material dengan dana kas kelompok Rp 10 juta,” tambahnya.

Menurut Hasan, sudah tiga hari kegiatan swadaya murni ini dilaksanakan. Pengerjaannya secara bertahap dimana selesai satu-dua meter sudah kering maka dipindahkan ke lagi sampai tuntas 300 meter.

“Ini kegiatan mau kami tunjukan bahwa kami butuh jalan yang baik untuk akses keluar masuk ke wilayah Nasipanaf. Kami juga mau berikan pesan moral bahwa warga sudah inisiatif mana tanggung jawab perhatian stakeholder. Apakah kami warga Nasipanaf tidak boleh menikmati pembangunan jalan seperti warga daerah lainnya. Semoga ini membuka mata pemerintah bahwa kami sudah memulai swadaya murni,” ujar Hasan.(amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *