Pansus DPRD Kota Kupang Soroti Kinerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Kupang menyoroti kinerja 13 Perangkat Daerah dan Perusahaan  Daerah Lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Sorotan Pansus sebagaimana yang disampaikan melalui Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota tahun anggaran 2019, difokuskan pada kinerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang.

Dalam sorotan Pansus atas LKPJ Wali Kota Kupang yang dibacakan pada sidang di Gedung DPRD Kota Kupang, Senin (22/6/2020) untuk Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang.

Pansus meminta perhatian pemkot agar dapat memanfaatkan secara baik dan benar mobil penyapu jalan yang ada dan melakukan terobosan untuk bekerja sama dengan pihak lain dalam pemanfaatan mobil tersebut, sehingga mendatangkan pendapatan asli daerah.

Terhadap kerusakan alat berat dan kendaraan yang berada pada kawasan TPA Alak, Pansus mengusulkan perhatian pemerintah untuk mengalokasikan anggaran dalam rangka perbaikan alat berat tersebut.

Dalam rangka upaya melakukan penyadaran kepada masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan manajemen pengelolaan sampah secara baik, diminta pemerintah untuk melakukan sosialisasi yang intens dan melibatkan kelompok kepentingan yang ada.

Dalam menangani masalah pembuangan sampah oleh warga baik warga Kota Kupang maupun warga diluar Kota Kupang di sepanjang jalur 40, Pansus merekomendasikan pemerintah untuk melakukan kajian mendalam dan menentukan titik mana  dibangun TPS disepanjang jalur 40.

Pansus merekomendasikan pada pemerintah, agar kendaraan dinas yang sudah lama rusak yang ada di dinas kebersihan dan lingkungan hidup maupun pada perangkat daerah lainnya agar dilakukan pelelangan atau pemutihan sehingga tidak membebani keuangan daerah.

Secara regulasi tidak memperbolehkan warga untuk menghuni kawasan TPA Alak. Namun kenyataannya  ada 7 kepala keluarga pemulung yang menghuni pada kawasan TPA Alak dan ada 40 kk pemulung yang menghuni dirumah mereka.

Kebutuhan dasar mereka akan ketersediaan air minum tidak disediakan. Diminta agar pemerintah mengalokasikan anggaran pada perubahan APBD 2020 dalam rangka pembangunan bak air minum pada kawasan TPA.

Terhadap program dan kegiatan penanaman pohon di Kota Kupang, agar kedepan dilakukan perencanaan secara baik sehingga pada saat pelaksanaan kegiatan tidak meninggalkan persoalan.

Terkait dengan penataan taman di Kota Kupang, diminta agar kedepan dapat memperhatikan tempat dan karateristik tanaman yang hendak ditanam, sistem perawatan dan ketersediaan tenaga ahli dibidang pertamanan. Untuk mewujudkan kota kasih yang menjadi icon” Bermartabat”.

Pansus merekomendasikan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan kebersihan Kota Kupang untuk bekerja sama dengan satuan polisi pamong praja kota kupang dalam rangka melakukan penertiban terhadap pembuangan limbah tidak pada tempatnya oleh para pelaku usaha tempe, peternakan hewan dan pelaku usaha lainnya.

Simon A Dima, Anggota Dewan Kota Kupang dari Fraksi PAN yang juga anggota Pansus, saat ditanya soal pembuangan  limbah rumah tangga mengatakan, bahwa dari pansus sudah menghimbau pemerintah untuk pengadaan mobil limas untuk pengontrolan terhadap rumah-rumah masyarakat yang limbahnya sangat mengganggu.

“Kita menghimbau untuk pemerintah siap, afrelisasinya nanti kita lihat setelah habis masa sidang ini, terealisasi atau tidak,” ujarnya.

Ditambahkan Simon, regulasinya nanti oleh pemerintah, bagaimana menata untuk penanganan limba. Septitank tiap-tiap rumah harus ada, bahkan bisa setiap kelurahan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari polusi dan Kota Kupang ini menjadi kota yang bersih. ( amperawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *