Pengurus Wilayah Parmusi NTT Turut Dukung Muktamar Melalui Daring

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Pengurus Wilayah Parmusi NTT bersama pengurus Parmusi lainnya dari seluruh Indonesia, mengikuti Mukernas Parmusi ke 7 melalui daring atau vidio conference (Vicon).

Dalam vicon ini membicarakan hal-hal mengenai persiapan pelaksanaan Muktamar 4 Parmusi yang diagendakan tanggal 26-27 September nanti yang dilaksanakan melalui daring. Namun, Pengurus Wilayah Parmusi NTT keberatan karena belum ada acuan di dalam AD/ART.

Ketua Pengurus Wilayah Parmusi NTT, Abu Lamahoda menyampaikan hal ini di Kupang, Minggu (21/6/2020).

Dijelaskan Abu Lamahoda, pelaksanaan Mukernas ke 7 dilaksanakan melalui daring karena  akibat daripada kondisi pandemi covid19. Mustinya mukernas itu hanya sampai pada ke 5.

Pada Mukernas ke 5 itu ditetapkan rakernas pada Maret 2020. Karena pandemi ini maka dilaksanakan Mukernas ke 6 dimana memberikan legitimasi kembali kepada kepengurusan Parmusi Pusat periode 2015-2020 untuk melaksanakan tugas organisasi sampai pada adanya Muktamar 4.

Tapi dalam proses perjalanan ada pertimbangan-pertimbangan pengurus pusat Parmusi maka perlu dilaksanakan Mukernas ke 7.

“Mukernas ke 7 sesuai rancangan materi yang disampaikan pengurus pusat kepada panitia SC kepada seluruh pengurus wilayah NTT adalah untuk menetapkan muktamar Parmusi secara daring yang dilaksanakan muktamar tanggal 26-27 September 2020,” katanya.

Dari keputusan pengurus pusat Parmusi ini, kata Abu Lamahoda, dirinya tidak tahu dengan sikap  teman-teman pengurus wilayah seluruh Indonesia lainnya. Tetapi Parmusi NTT berpendapat bahwa muktamar Parmusi dilaksanakan melalui daring itu belum ada acuannya di AD/ART.

Sehingga di dalam proses persidangan Mukernas ke 7 ini, NTT bersikap bahwa kita musti mencari acuan yang tepat sesuai dengan aturan organisasi, AD/ART barulah muktamar ke 4 bisa terlaksana.

Pertimbangannya, kata Abu,  soal legitimasi hasil dari Muktamar 4 itu sendiri. Apabila tidak ada acuan dalam AD/ART maka nilainya akan cacat termasuk hasilpun cacat.

Akan lebih baik pada Mukernas ke 7 ini kembali memberikan tugas dan tanggung jawab kewenangan pada pengurus pusat untuk menjalani organisasi ini sampai pada dilaksanakannya Muktamar 4.

“Saya berharap pada Mukernas 7 ini usulan dari NTT dapat dipertimbangkan. Pada mukernas ke 6 lalu, kita juga usulkan tapi karena cuma NTT saja makanya kita ikuti saja dari mayoritas ketika itu,” kata Abu Lamahoda.

Abu menambahkan, walaupun sikap Parmusi NTT tidak menyetujui pelaksanaan Muktamar secara daring yang dijadwalkan tanggal 26-27 September 2020, tetapi hasil Mukernas 7 wilayah-wilayah lain menyetujui rancangan tersebut.

Karena secara bulat wilayah lain sepati Muktamar melalui Daring maka Parmusi NTT akhirnya secara demokrasi menyetujui bahwa Muktamar yang di jadwalkan tanggal 26-27 September 2020 dilaksanakan secara daring.

Adapun peserta yang mengikuti Mukernas ke 7 dari NTT melalui Daring, selain  Ketua Wilayah Parmusi NTT: Abu Lamahoda, SH juga Wakil Ketua,  Abdullah Lou, Sekretaris : Drs Ilyas Bebe, M.Pd, Wakil Sekretaris: Suhudan, Wakil Sekretaris: Hasdar
Bendahara: Umaya Puspita Sari, SE, pengurus harian, Yunus. Ketua Lembaga Da’wah Parmusi NTT, Dra H. Ening Murtiningsih.(Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *