BPTP NTT Galakan Gerakan Menanam Padi dan Jagung Melalui Jemaat Gereja

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT melakukan gerakan pemberdayaan ekonomi rakyat melalui Jemaat Gereja.

Wujud nyata gerakan ini dilakukan melalui pemberian bantuan benih padi dan jagung melalui Sinode GMIT yang selanjutnya dibagikan ke Jemaat  yang akan melakukan penanaman di musim tanam II ini, dalam rangka penanganan covid19.

Kepala  BPTP NTT, Dr Procula Rudlof Matitaputty, S.Pt, M.Si menyampaikan hal ini  saat dijumpai di Pantai wisata Sulamanda, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Selasa (16/6/2020).

Procula mengatakan, BPTP NTT diundang untuk bersama dengan  Klasis Kupang Tengah yang dihadiri oleh Wakil Ketua Sinode GMIT dan Ketua penanggulangan covid, juga para pendeta untuk penyerahan bantuan benih padi dan jagung.

Untuk benih padi, katanya diberikan bibit sebanyak 500 kilogram untuk Jemaat yang akan melakukan penanaman di musim tanam 2 ini, dalam rangka penanganan covid.

Dikatakannya, dengan bantuan benih dari BPTP yang beberapa lalu, diserahkan  ke Ketua Sinode dan langsung menyerahkan ke beberapa klasis yang ada di Kupang. Ada sekitar 48 klasis yang nantinya akan diberikan benih jagung dan padi.

BPTP NTT sendiri, jelasnya, menyediakan bantuan berupa benih jagung sebesar 1 ton dan benih padi 2 ton pada Sinode GMIT dan salah satunya di Kabupaten Kupang Tengah

” Kami diundang pada acara penyerahan pada masyarakat dan dihadiri oleh  Ketua Klasis, wakil Sinode dan Ketua penanggulangan covid di Gereja Getsemani, Tarus Timur,” katanya.

Dari BPTP NTT turut hadir KSPP, Irianus Rohi, Evert Hosang sebagai UPPS dan Ana Bire serta Gabriel Wae.

Sedangkan dari Instalasi Penelitian dan pengkajian Teknologi Pertanian( IPPTP) Naibonat Gabriel Wae juga melakukan kegiatan khususnya untuk penangkaran benih yang ada di Desa Mata air, merupakan kerja sama dengan Kelompok Tani Tunas Baru.

“Kami menyerahkan beberapa varietas inpari 43 dan 42 yang umur gennya 80 hari sudah panen. Serta  varietas nutrisi zing CN  itu diberikan kepada petani di Desa Mata Air yang akan melakukan penangkaran dan bersama teman-teman akan melakukan pendampingan,” jelas Gabriel.

Gabriel mengharapkan penakaran benih ini mempunyai manfaat kedepan sebagai sumber benih khususnya di Kupang Tengah.

“Mudah-mudahan semuanya akan berjalan lancar dan hasilnya memberikan dampak yang baik walaupun masih dalam kodisi covid,” katanya.

Gabriel menambahkan, dari BPTP menyerahkan benih untuk anggota GMIT Getsemani dan kegiatan demplot pengenalan VUB BPTP yaitu inpari 42, 43 dan inpari nutrizing.

” Kita ke Desa Mata Air ini, karena ada beberapa petani minta bibit karena di musim tanam ke 2 itu pasti air kurang dan kita butuh cepat untuk panen sehingga kita memperkenalkan inpari 42, 43 karena umur panennya 80 hari. Sedangkan IR Nutrizi itu adalah varietas baru untuk penanggulangan stunting” jelasnya.

Dirinya berharap, benih dari BPTP yang diberikan  ini berlabel putih, walaupun nanti tidak sertivikasi tapi harus bisa menjaga kemurnian, sehingga dari label putih bisa kelabel ungu dan dari label ungu kelabel biru baru ke petani.

“Jadi masih ada 3 atau 4 kali tanam, jadi ada 2 musim kedepan yaitu musim tanam 1 dan musim tanam 2,” pungkasnya.(amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *