SDK St. Yoseph II Kota Kupang Umumkan Kelulusan Peserta UNBK Melalui Youtube

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Kerja keras dan kerja bersama yang dilakukan baik pihak sekolah maupun orangtua/wali, membuahkan hasil gemilang untuk peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ajaran 2019-2020.

Total peserta UNBK pada SDK St. Yoseph II Kota Kupang dibawa naungan Yayasan Pendidikan Katholik Swasti Sari Keuskupan Agung Kupang sebanyak 36 siswa dinyatakan lulus 100 persen.

Pengumuman hasil kelulusan tidak biasanya secara langsung antara guru, orang tua dan siswa. Pihak sekolah mengumumkan secara online melalui youtube.

Kepala SDK Santo Yoseph II Kota Kupang, Maria.S Kalla, S.Pd menyampaikan ini di ruang kerjanya, Senin (15/6/2020).

Dikatakan Maria,melalui rapat para guru dan penentuan kelulusan maka SDK Santo Yoseph II dinyatakan 100 persen.

Dari kelulusan ini juga telah ditentukan peringkat untuk 10 besar. Sekolah mengambil dari nilai tertinggi sampai terendah.

Dari 10 besar ini menurut Maria,  ada sedikit keistimewaan  diperingkat ke 7 karena bukan 1 orang murid saja, tetapi diraih oleh 2 orang sehingga jumlahnya bukan 10 melainkan 11 orang.

Maria menjelaskan, dari sistem pengumuman yang diterapkan ini, baru pertama kali dibuat karena tidak secara langsung antara guru, orang tua dan siswa. Pihak sekolag mengumumkan secara online melalui youtube.

Melalu youtube ini baru mulai dibuka pada tanggal 15 Juni 2020 dan sudah dikirim linknya dan dibuka secara resmi tepat jam 11.00 Wita.

Maria yang juga merupakan alumni SDK Santo Yoseph II ni menerangkan, selama ini  cukup bekerja keras antara guru, siswa dan orang tua siswa untuk bertatap muka secara online.

” Kami memilik kuota yang cukup lumayan, karena kami memiliki 36 siswa, dan itu sudah dilakukan dan kami buat grup. Kami lakukan wawancara dengan mereka bergilir, 1-12 orang hari ini dan hari selanjutnya dan kami wawancara sebanyak 33 orang dan 3 orang belum kami lakukan wawancara karena masih berada di luar kota. Kami berharap bisa ada komunikasi yang baik,” katanya.

Menurutnya,  ada hal yang perlu diperhatikan, memang secara juknis belum terlalu bagus tapi kita sudah merancangnya dengan baik.

Untuk kenaikan kelas kata Maria, sudah dirapatkan tapi untuk sementara kedepan  1 atau 2 ini akan  disampaikan.

Dirinya berharap, untuk para guru agar kedepan, walaupun dalam masa pandemi tidak tahu kapan berakhir, tidak boleh diam bagaimana caranya membuat  untuk betul-betul meningkatkan kualitas pendidikan.

“Apakah itu melalui online, kunjungan ke rumah siswa , apa melalui home schooling sehingga betul-betul mengetahui dan merasakan anak-anak itu bisa membangun dan meraih cita-cita yang diinginkan,” terang Maria.

Ditambahkannya, sekolah tidak boleh  meninggalkan mereka untuk berjalan sendiri. Tetapi sebagai pendidik harus membangun imajinasi mereka, bisa mandiri untuk meraih masa depan yang mereka inginkan.( amperawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *