540 Warga Desa Mata Air Terima dana BST dan BLT, 27 Diantaranya Penyandang Disabilitas

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Sebanyak 540 warga Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, menerima dana Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Dari jumlah penerima ini, 27 warga diantaranya merupakan penyandang disabilitas yang berhak menerima dana BLT.

Khusus dana BLT, bersumber dari dana desa yang untuk Desa Mata Air total keseluruhannya Rp 800 juta diambil 25 persen untuk BLT dengan total Rp 258 juta, dalam upaya membantu warga yang terdampak Covid19.

Kepala Desa Mata Air, Benyamin Kanuk mengatakan hal ini saat dijumpai di sela-sela pembagian dana BST di Kantor Camat Kupang Tengah, Danok Merah Noelbaki, Kabupaten Kupang, Selasa (16/6/2020.

Menurut Benyamin, terkait dengan Covid 19 ini, Desa Mata Air  Kecamatan Kupang Tengah mendapat porsi terbanyak untuk BST sejumlah 540 orang.

Seharusnya lebih dari itu, tetapi karena ada pendobelan nama, dimana suaminya dapat tapi dilain sisi nama istrinya juga muncul, sehingga dikembalikan.

Benyamin memberikan alasan kenapa Desa Mata Air masyarakatnya dapat lebih banyak, karena desa yang dipimpinnya merupakan  desa kampung KB  yang sudah terdata di pemerintah pusat. Dimana nomor NIK dan nomor KK sudah ada sehingga Desa hanya mengirimkan nama.

Selain BST, Ada juga dana Bantuan Langsung Tunai( BLT) yang diambil dari dana Desa. Dalam aturannya terang Benyamin, pemberian dana desa ini 25 persen dari jumlah dana desa. Dana Desa Mata Air jumlahnya Rp 800 juta lebih sehingga dari 25 persen  sama dengan Rp 258 juta lebih.

“Dana BLT Rp 258 juta ini dibagi kepada masyarakat 143 orang, perubahan lagi PMK 50 itu memberikan peluang 3 bulan, tapi bisa mencapai 6 bulan,” terang Benyamin.

Menurutnya, ada sejumlah  program desa yang ditarik kembali yang dananya diperuntukan buat pemberian dana desa tahap 2.  Yaitu dari semula 3 bulan ditambah 3 bulan lagi. Hanya saja nilainya berbeda, yang pertama Rp 600.000 dan yang kedua Rp 300.000.

” Saya punya satu kegiatan sosial di Desa Mata Air, namanya “Peduli Kasih”. Forum ini bertujuan, menghimpun semua disabilitas. Dan ternyata oleh Dinas Sosial  mereka juga diakomodir,” tuturnya.

Untuk disabilitas tahap kedua ini ada 27 orang dan semua mendapat porsi yang sama dengan BST yang ada.

“Sehingga kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada pekerjaan Dinas sosial selama ini. Desa Mata Air diarahkan untuk menginput data, dan ternyata data-data yang dibutuhkan semua tercatat dengan baik di pusat,” jelasnya.

Dirinya berharap, dengan adanya bantuan sosial ini, masyarakat tidak menggunakan dana yang didapat secara asal senang tetapi menggunakannya sesuai kebutuhan keluarga.

Selain itu juga kata Benyamin, ada 77 KK  yang diusulkan dan sudah dikirim, tetapi tidak diakomodir dengan alasan dalam KK mereka itu ada yang wirausaha dan wiraswasta.

“Tapi setelah di cek di lapangan ternyata mereka seluruhnya dirumahkan dan kehilangan pekerjaan.
Seandainya 77 KK ini di jawab, maka dengan sendirinya usulan dari Desa Mata Air itu 100 persen,” tambahnya.

Benyamin menilai bahwa bantuan pemerintah ini sangat efektif. Dengan adanya covid ini, maka semua sektor- sektor ekonomi lumpuh.

Dirinya mencontohkan, masyarakat di Desa Mata Air yang berjualan di Pantai Wisata Sulamanda, setiap bulannya bisa meraup keuntungan sekitar Rp 33 juta dalam sebulan.

Sejak mewabahnya covid 19 ini,  jualan mereka sepi dan barang-barang yang sudah dibeli tidak bisa dijual lagi karena sudah ekspayer. Untuk itu, menurutnya, dengan adanya bantuan baik dana BST maupun BLT ini sangat efektif bagi kebutuhan masyarakat. ( amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *