Siswa SDI Maulafa, Kupang Lulus UNBK 100 Persen

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Mengawali penerapan New Normal setelah tiga bulan vakum kegiatan belajar mengajar (KBM) karena covid19,
pihak SDI Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, akhirnya mengumumkan hasil kelulusan UNBK tahub ajaran 2019-2020.

Pengumuman hasil yang disampaikan Kepala SDI Maulafa, Adriana P Bessie, S.Pd, M.M.Pd pada Senin (15/6/2020) menunjukan hasil 90 peserta lulus 100 persen.

Kepala Sekolah SDI Inpres Maulafa,Adriana .P Bessie, ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/6/2020) mengatakan, pengumuman hasil kelulusan saat ini merupakan hari Istimewa untuk Sekolah Dasar.

Pengumuman kelulusan ini tidak seperti Tahun-tahun lalu. Pada tahun ajaran 2019-2020 sistemnya berubah dan vakum, karena dilihat dari segi kesehatan dan kondisi.

” Saya berterimah kasih kepada pemerintah yang telah menyetujui untuk melaksanakan pengumuman hasil belajar selama setahun,” katanya.

Secara manusiawi dirinya merasa kesal, karena mendidik anak-anak dari kelas I sampai kelas VI  pada saat melepas mereka, tidak melihat wajahnya.
Secara kepemimpinan yang diberikan tanggung jawab, serasa tidak ada kasih sayang yang disampaikan.

“Saya memberikan ucapan dan semangat kepada siswa untuk tahun ajaran 2019-2020 walaupun mereka tidak melalui ujian nasional, ujian sekolah, ujian praktek yang tidak maksimal tapi saya luluskan mereka 100 persen dengan jumlah siswa 90 orang. Semua itu bukan karena mutu pendidikan yang memadai, tapi mutu pendidikan tidak maksimal,” tuturnya.

 

Lanjutnya, itu semua dikarenakan, keadaan guru-guru tidak maksimal untuk  memantau  mereka di rumah karena dibatasi oleh covid 19 ini.

Kedepan Adriana yang memimpin sekolah ini kurang lebih 18 bulan  berharap, untuk tahun ajaran 2020-2021 keadaan bisa normal kembali, semuanya sehat. Sehingga harapan  secara nasional untuk mutu pendidikan ditingkatkan.

Adriana mengakui khusus untuk SD Inpres Maulafa ini, guru- guru yang belum paham IT secara 100 persen, orang tua dan siswa yang belum semua mempunyai HP android.

“Ini yang saya katakan kami mengalami kesulitan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Harapan kami tentu di tahun-tahun berikut bisa ditingkatkan lagi. Intinya guru-guru dan anak-anak sehat, orang tua mau bekerja sama dengan sekolah pada tahun berikutnya dan covid 19 ini bisa berakhir,” tutur Adriana.(Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *