Corona Sudah Menyengsarakan Warga, Komisi IV DPRD Kota Kupang Setuju Diterapkan New Normal

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Komisi IV DPRD Kota Kupang prihatin terhadap nasib warga sebagai dampak dari pandemi corona atau covid19. kehidupan warga dalam semua bidang menjadi terganggu dan ini sangat menyengsarkan warga khusus di Kota Kupang.

Untuk itu, komisi ini berpendapat bahwa keputusan negara untuk memberlakukan kehidupan baru yang normal ini sangat tepat. Alasannya, untuk  mengangkat kembali keterpurukan ekonomi, sosial dan keamanan yang sudah berlangsung sekitar empat bulan belakangan ini.

Ketua Komisi IV Anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi PKB, Theodora Ewalde Taek, mengatakan ini kepada para Wartawab di ruang kerjanya, Jumat (5/6/2020).

Dijelaskan Ewalde, mewabahnya covid ini dimana ada yang terdeteksi positif terdeteksi sejak Maret 2020 sungguh membuat warga takut dan panik. Khusus di Kota Kupang, terjadi pada April 2020 dan sejak itu, pemerintah menganjurkan kepada warga agar sementara waktu stay at home, bekerja di rumah, belajar dari rumah dan berdoa dari rumah.

“Sudah 3 bulan kita jalani instruksi ini. Memang sesuatu yang sangat berat, bagi yang pekerja tetap, ada yang di PHK yang kerja berharap pada upah harian. Teman-teman kita yang UKM, ini sangat terpuruk. Sehingga bagi saya, keputusan oleh  negara untuk memberlakukan kehidupan yang normal ini sudah tepat, untuk mengangkat kembali keterpurukan ekonomi, sosial dan keamanan selama 3 bulan ini,” tuturnya.

Anggota DPRD Kota Kupang dua periode ini mengungkapkan, negara bisa kolap, rasanya tidak sanggup untuk memberikan perhatian sepenuhnya kepada masyarakat.

Masyarakat bersyukur, karena memang dalam instruksi stay at home, negara mengeluarkan klaster-klaster bantuan kepada masyarakat. Tapi  itu hanyalah stimulan tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan keluarga.

“Kita bayangkan, kalau ada sembako Presiden, itu 10 kg beras, gula pasir dan minyak goreng, nah kalau dalam rumah tangga itu ada 5 sampai 6 jiwa beras 10 kg itu tidak cukup untuk seminggu. Kita bukan hanya makan beras, kebutuhan lain untuk menunjang stay di rumah. Jadi harus makan makanan bergizi untuk menjaga imunitas tubuh. Kita juga butuh vitamin dll,” jelasnya.

Dirinya mengatakan,  semua warga manapun tanpa terkecuali berdampak. Bahkan pengusaha besarpun berdampak karena produktifitas berhenti.
Mungkin ada sektor-sektor lain dimasa pandemi ini cukup naik, misalnya yang produksi masker atau hand sanitaizer, bahan -bahan untuk campuran disinfektan.

Lanjut Ewalde, dibidang lain orang sangat mengirit, bagaimana dulu untuk memenuhi ketahanan pangan dalam keluarga. Jadi bagi masyarakat harus keluar dan berdamai.

” Saya sepakat yang disampaikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Harus hidup berdamai, tapi bukan berarti kita tidak memperhatikan protokol kesehatan. Kita boleh keluar rumah untuk bekerja, tapi tetap harus pakai masker, jaga jarak, sehabis bekerja harus cuci tangan di air yang mengalir minimal memakai hand sanitaizer,” pintanya.

Jadi masuk dalam kehidupan yang normal ini, menurutnya, ada budaya -budaya yang terkikis, atau budaya-budaya yang kita sesuaikan, supaya bisa berdampingan dengan covid tetapi  tidak terjangkit virus ini.

Dirinya mengajak masyarakat khususnya Kota Kupang, untuk memberikan kepercayaan kepada pemerintah untuk mengatur kajiannya seperti apa, sehingga bagi Dewan, harus ada sanksi tegas dan harus ada aturan-aturan yang diberikan oleh pemerintah.

“Kita menjaga diri dan memproteksi diri, menjaga keluarga itu penting sebagai bagian dari kita untuk memutus rantai corona virus ini” pintanya.(Amperawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *