Dinas Dikbud Kota Kupang Belum Pastikan Sistem Belajar yang Pas Ditengah Pandemi Covid19

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kupang, NTT sampai saat ini belum memastikan sistem belajar di sekolah yang pas ditengah pandemi Covid19.

Namun khusus kegiatan penerimaan peserta didik baru( PPDB) akab dimulai dari tanggal 22 Juni 2020 sedangkan untuk tahun ajaran baru akan di mulai bulan Juli 2020.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Drs. Dumuliahi Djami, M.Si mengatakan ini saat di temui di ruang kerjanya, Rabu ( 3/6/2020).

Dikatakan Djami, untuk mengambil satu keputusan itu alurnya secara vertikal. Apa yang disampaikan
Menteri Pendidikan, apa yang dinstruksikan Presiden lalu petunjuk lanjutan oleh Gubernur dan Walikota seperti apa, maka itu tentu bawahan akan mengamankannya.

“Khusus untuk Kota Kupang, pak Walikota katakan, sebagai instansi teknis kita akan memberikan semacam pertimbangan-pertimbangan. Kalau masuk sekolah, proses belajar mengajarnya normal ada resikonya atau tidak dan kalau siswa belajar di rumah ada resikonya atau tidak itu yang perlu dipertimbangkan sebaik mungkin,” kata Djami.

Tetapi, lanjutnya, untuk Dinas Pendidikan Kota Kupang manakala perintahnya adalah proses mengajar seperti biasa, tentu pihaknya akan siap.

“Tapi kalau perintahnya belajar di rumah, hari ini ditanya, saya katakan belum siap, ” ungkapnya.

Karena pernyataan belum siap ini kata Dumul, maka dari Dinas Dikbud Kota Kupang sementara berproses menuju kesiapan itu.

Dirinya mengatakan bahwa berdasarkan pengalaman 3 bulan yang lalu, ketika proses belajar mengajar itu di rumah, maka ada 3 proses yang dijalankan oleh sekolah yaitu: pertama, Belajar secara online 100 persen, Kedua, menggambungkan antara online dan ofline dan yang ketiga, 100 persen ofline.

“Ini yang sementara waktu para guru sudah lakukan, dan kalau kebijakkan belajar di rumah di lanjutkan maka 3 hal ini pasti berjalan seperti biasa,” tambahnya.

Dirinya menjelaskan, sebagai instansi teknis sementara ini yang di lakukan adalah, melakukan kajian dan diskusi-diskusi yang bagus dan mengundang guru-guru yang selama ini sudah melaksanakan proses belajar 100 persen dan sukses begitu pula secara online dan ofline dan ofline 100 persen.

Dari pengamatan inilah akan diterbitkan petunjuk teknis( Juknis) atau panduan agar bisa dilakukan oleh sekolah-sekolah.

Ditambahkan Djami, panduan ini akan dilakukan oleh pengawas dan akan dikontrol, apakah sekolah-sekolah itu sudah melakukan sesuai dengan panduan yang ada atau belum.

Prinsipnya pada tahun ajaran baru tentunya Dinas Dikbud Kota Kupang harus siap ketika diperintahkan untuk Proses belajar mengajar seperti biasa, masuk sekolah dan bertatap muka.

Apabila harus belajar di sekolah, dirinya berpesan, protokol kesehatan harus diterapkan, dengan cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak.

” Saya mau bilang kepada para guru-guru, bahwa saat ini ada pahlawan kemanusiaan yaitu para medis yang merawat saudara-saudara kita yang terpapar covid. Tapi masyarakat dan wartawan jangan lupa bahwa guru-guru ini pada saat pandemi harus dinobatkan sebagai pahlawan generasi bangsa, karena sekalipun divrumah tapi tetap memantau anak didiknya untuk terus belajar,” tegasnya. ( amperawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *