TJPS Berhasil, Mentan RI Pastikan NTT Keluar dari Himpitan Kemiskinan

KUPANG. NUSA FLOBAMORA–Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam agenda kerjanya ke daerah, mengunjungi dua provinsi di Indonesia yakni NTB dan NTT. Saat berkunjung di NTT, Mentan mendatangi dua lokasi
yakni,  Kantor Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan NTT dan  Desa Manusak di  Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang.

Pantauan Media ini, Jumat (29/5/2020) sekitar Pukul 08.00 Wita, Mentan menyerahkan secara simbolis alat pertanian yang diterima langsung Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. Mentan RI iuga memberikan bantuan paket sembako kepada perwakilan petani dalam kaitannya dengan dampak pandemi covid19.

Mentan didampingi  Gubernur NTT, juga Unsur Forkompimda NTT selanjutnya mengunjungi Toko Tani Pemerintah  NTT. Mentan melihat dan menanyakan soal ketersediaan dan harga bahan yang ada di toko ini.

Mentan kemudian menyampaikan bahwa NTT mendapat  43 unit traktor roda empat dan diharapkan bisa membantu percepatan pembangunan bidang pertanian.

Dari informasi yang diproleh bahwa  Traktor yang diberikan Kementan   terdiri dari 3 unit Traktor Class Talos, 10 unit traktor Deuch, 10 unit traktor Kioti, 10 unit traktor Iseki dan 10 unit traktor Quick 10 juga 1 unit Exavator Pindad Exava.

Pada kunjungan di Desa Manusak, Mentan SYL
mengatakan, dirinya tertarik untuk datang ke NTT, dikarenakan keinginan yang kuat dari Gubernur dan masyarakatnya  yang selalu memilih diksi yang seksi.

“Pilihan diksinya itu pilihan katanya mau NTT tidak miskin membuat saya tidak bisa tidur. Gubernur  selalu katakan NTT miskin, itu yang harus di rubah dan itu yang membuat saya hadir, bukan karena mentrinya. Dan saya suka tantangan seperti ini, bukan karena saya ingin di puji,”  tegasnya

Syahrul yang 25 tahun menjabat sebagai kepala daerah ini, menuturkan agar NTT tidak dikatakan miskin, jawabannya ada di didepan mata, dan itu sudah ada di NTT yaitu pertanian.

Kepala Desa, Camat, Tokoh-tokoh masyarakat dan para orang tua, Tuhan sudah memberikan tanah, air, api dan angin agar hidup bisa lebih baik. Yang miskin itu, kalau  tidak melakukan kerja.

Mantan Gubernul Sulsel 2 periode ini mengatakan, kunci daerah yang bisa maju itu, kalau kepala daerah mau merubah daerahnya sendiri.

“Kita punya akademik cukup, Litbang kamu turun tangan, Riset kita cukup. Manajemen agendanya kita main melalui kebijakan-kebijakan pemerintah, kelembagaan masyarakat di hidupkan termasuk kelembagaan pertanian yang ada. Kemudian agenda aksinya tentu dalam sebuah perencanaan kapan harus tanam,  begitu selesai panen tidak boleh nunggu, harus tanam lagi,” tuturnya.

Dikatakannya, suasana covid seperti ini, sampai 2 tahun  ekonomi baru bisa jalan, perdagangan baru bisa jalan, tetapi pertanian harus terus berjalan karena ini bicara masalah perut. Menurut Menteri Syahrul, strategi Gubernur sudah baik, untuk terus genjot di bidang pertanian.

“Saya sangat terpicu dengan statement Gubernur. Saya mau lihat Pak Bupati, 100 hari lagi kita akan datang lagi ke NTT,,” pesan Mentan.

Dirinya menambahkan,  Program Tanam Jagung Panen sapi (TJPS) sangat cocok buat NTT. Apabila ini dikelola secara baik, maka dirinya yakin NTT segera keluar dari  kemiskinan.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat  menyampaikan terima kasih kepada Mentan karena telah menaruh perhatian khusus terhadap NTT. Dirinya bersyukur walaupun di masa pandemi Covid-19 tetapi Mentan dan  rombongan datang ke NTT dalam upaya memajukan sektor pertanian.

Agenda tambahan  Mentan di Desa Manusak antara lain, penyerahan sertifikat karantina dari pihak karantina ke offtaker PT  Suaka Bumi Pertiwi dan pelepasan 2 kontainer jagung sebanyak 45 ton ke Surabaya.

Demonstrasi  traktor penanaman jagung lamuru, penyerahan bantuan secara simbolis oleh Menteri pertanian,  benih jagung hibrida, benih jagung komposit dan benih bawang merah kepada perwakilan petani. (amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *