BBPP Kupang Siap Amankan Instruksi Kementan soal “Gerakan Ketahanan Pangan Nasional”

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Jajaran Balai Besar Pelatihan Pertanian( BBPP) Kupang, akan melanjuti dan mengamankan Instruksi dari Kementrian Pertanian (Kementan) tentang ” Gerakan Ketahanan Pangan Nasional”. Dalam hal ini, BBPP Kupang mempedomani arahan dari Kepala BPPSDM yaitu, UPT untuk bisa melanjutkan instruksi Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Sesuai arahan Menteri SYL bahwa ditengah pandemi covid 19 yang entah kapan berakhir, ketersediaan pangan harus tersedia dan masyarakat indonesia tidak boleh kekurangan pangan.

Untuk mengatasi ketersediaan pangan berkelanjutan,  salah satu Program Mentan SYL yaitu ” Gerakan ketahanan pangan Nasional”.

Memanfaatkan pekarangan rumah, Instansi pemerintah yang memiliki lahan luas dapat menjadi pelopor pemanfaatan lahan produktif untuk pertanian dengan tanaman yang berusia 3 sampai 6 bulan.

Dijelaskan SYL, Gerakan ketahanan pangan ini untuk pemanfaatan setiap jengkal lahan termasuk lahan tidur, lahan kosong yang tidak produktif pada pekarangan sebagai penghasil pangan dan gizi keluarga, juga dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Adapun tujuan dari gerakan ini, kata Mentan yakni, Pertama,  untuk mendukung program pemerintah dalam hal penanganan stunting dan penanganan wilayah rentan rawan pangan.

Kedua, meningkatkan ketersediaan aksebilitas dan pemanfaatan pangan rumah tangga.

Ketiga, Meningkatkan pendapatan rumah tangga.
Keempat, Mendukung diver sifikasi pangan berbasis lokal.

Mantan Gubernur Sulsel 2 periode ini menawarkan konsep yang akan dibuatnya yakni, dalam 3 sampai 6 bulan komoditas pangan yang ditanam sudah bisa dipanen sebagai bahan makanan pengganti beras seperti, umbi -umbian, jagung, kentang, talas, pisang dan sayuran.

Konsep yang diterapkan ini juga sebagai bagian dari disertifikasi yang memiliki lahan luas,  dapat menjadi pelopor pemanfaatan lahan produktif untuk pertanian.

Pemerintah juga melakukan pendampingan dan bimbingan dalam penyiapan bibit dan kegiatan pertanian di pekarangan.

Hal senada juga di katakan Kepala Penyuluhan dan Pembangan SDM( BPPSDM) Dedi Nurayamsi. Hal utama dan sangat penting untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia adalah ketahanan pangan.

Pertanian tidak boleh berhenti. Untuk itu pendampingn petani harus  terus dilakukan oleh penyuluh dengan semangat yang luar biasa untuk mendorong petani tetap produktif dalam upaya ketersediaan pangan ditengah pandemi covid 19.

Sementara itu Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian( BBPP) Kupang, drh Bambang Hariyanto, MM saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa( 19/5/2020) mengatakan, dirinya akan melanjuti arahan dari Kementrian Pertanian tentang ” Gerakan Ketahanan Pangan Nasional”

“Dalam hal ini, kami dari BBPP Kupang mempedomani arahan dari Kepala BPPSDM yaitu, UPT untuk bisa melanjutkan arahan dari Bapak Menteri Pertanian,” jelasnya.

Menindaklanjutinya, lanjut Bambang, jajaran BBPP Kupang, sudah memanfaatkan halaman Kantor BBPP Kupang untuk tanaman yang berusia 3-6 bulan antara lain, Singkong, sayuran, kacang-kacangan, tomat.

“Sehingga kita semaksimal mungkin memanfaatkan lahan -lahan kosong dengan kita tanami tanaman holtikultura. Dengan demikian ketahanan pangan akan kita wujudkan melalui tangan-tangan pegawai di BBPP Kupang,” tuturnya.

Bambang berharap, dengan adanya Program dari Mentri Pertanian ini, masyarakat Indonesia terkhusus di NTT, ketersediaan pangan di tengah Covid 19 ini bisa teratasi dengan baik. Dengan demikian pendapatan ekonomi masyarakat juga bisa terjawabi.( amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *