Kelompok Tani Weri Todo di Desa Kombo-Manggarai Barat Siap Amankan Stok Pangan

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Virus corona yang sekarang sedang mewabah di seluruh dunia termasuk di tanah air berdampak pada sejumlah sektor, seperti sektor perdagangan maupun pariwisata. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk sektor pertanian.

Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh terhenti.

Untuk itu petani sebagai pejuang dan garda terdepan dalam penyediaan pangan, tetap melakukan kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi juga mengatakan bahwa pangan merupakan hal utama dan sangat penting untuk kesejahteraan suatu bangsa.

Dedi juga memberi arahan agar para penyuluh, petani, dan petugas lapangan tetap menjaga jarak dalam berinteraksi serta tetap mengindahkan kebiasaan mencuci tangan guna meminimalisir penyebaran covid 19.

“Pejuang covid 19 tidak hanya dokter, perawat ataupun tenaga medis lainnya namun juga seluruh insan pertanian yang berjuang demi menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.” Ujar Dedi.

Seperti halnya Kelompok Tani Weri Todo di Desa Kombo, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat yang pada 18 Mei 2020 berhasil memanen 0,5 ha, dengan potensi panen 7,5 ha, Produktivitas 4,8 ton GKP/ha, perkiraan panen Mei-Juni, harga beras Rp. 10000.

Penyuluh pertanian Yohanes P. Jealsimo mengatakan bahwa terjadi penurunan produksi tahun ini dikarenakan faktor keterlambatan pendropingan pupuk oleh pihak pengecer.

“Sekalipun terjadi penurunan produksi pada tahun ini karena faktor keterlambatan pendropingan pupuk ditambah lagi saat ini terjadi wabah virus corona namun hal ini tidak menyurutkan semangat petani untuk tetap bertani. Kendati hasil yang didapat belum maksimal, namun dengan terlaksananya panen ini membuktikan bahwa sektor pertanian tidak pernah berhenti” pungkas Yohanes.(Advetorial BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *