Amankan Lumbung Pangan Nasional, Penyuluh dan Petani Tetap Panen Ditengah Covid19

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Pandemi corona diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan. Terkait hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan bahwa 11 kebutuhan pokok pangan dalam kondisi aman.

Kekhawatiran akan stok pangan yang akan menipis hingga harga naik di tengah pandemi virus korona tidak akan terjadi.

“Saya tegaskan Kementan mengawal dengan ketat pasokan dan stok pangan. Masyarakat mohon agar tenang dan tidak perlu resah akan kelangkaan pangan. Pasokan dan stoknya ada. Hitungan kami hingga Agustus masih cukup,” kata Syahrul Yasin Limpo Menteri Pertanian RI.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan, dalam kaitan dengan hal tersebut pihaknya mencanangkan tiga program aksi.

Yaitu (1) KOSTRATANI, (2) Penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi mendukung penumbuhan pengusaha pertanian milenial 2,5 juta selama 5 tahun; dan (3) Penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi seperti Gedor Horti, Grasida, Sikomandan, KUR, PMS, dan Gratieks.

“Kalau mampu meningkatkan produktivitas, pasti mampu menyediakan pangan untuk masyarakat indonesia dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani yang saat ini belum optimal, juga mampu meningkatkan daya saing dan mampu ekspor. Dan untuk sampai ekspor, maka kualitas dan kontinuitas juga penting”, Ungkap Dedi Nursyamsi, Kepala BPPSDMP.

Program utama Kementerian Pertanian terbukti sukses mempertahankan geliat sektor pertanian di berbagai daerah di Indonesia.

Termasuk Petani di Lokasi Irigasi Wae Reno, Poktan Wangkar 1, Desa Mekar Jaya, Kec. Sambi Rampas, Kab. Manggarai Timur pada Sabtu, 16 Mei 2020 memanen 1 ha padi, potensi panen 8 a, varietas local (rangkat), produktivitas 6.080 ton GKP/ha, perkiraan masa panen 6 hari, harga gabah Rp. 5000/kg, harga beras Rp. 11.000/kg.

“Kami sangat berharap agar hasil panen dapat terus meningkat dari waktu ke waktu dan selaku Penyuluh lapangan kami akan terus memberi pendampingan dan mendorong semangat kepada para kelompok tani agar terus giat memajukan sektor pertanian” Ujar Hubertus Sion, A.Md.(Advetorial BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *