Virus Corona Mengancam, Petani di Borong-Manggarai Timur Malah Panen Melimpah

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Merebaknya wabah virus corona yang kian hari kian meresahkan masyarakat di tanah air tidak menyurutkan semangat para petani di Kabupaten Manggarai Timur untuk terus produktif.

Hal ini terlihat dari petani di Desa Ngampang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Pada Sabtu 16/5/2020, Poktan Ara sukses memanen padi di tengah wabah virus corona dan memasuki musim kemarau tahun ini.

Penyuluh Pertanian Fenansius Aban menyampaikan potensi panen 90, 13 ha, Panen hari ini 1 ha, Varietas Cikapundung, Produktivitas 4,43 ton GKP/ha, perkiraan masa panen 20 hari, harga gabah Rp. 5000/kg, harga beras Rp. 10000/kg.

“Bersyukur sekali di tengah kondisi pandemi virus corona saat ini, para petani masih tetap produktif mengasilkan padi, hasilnya pun tidak mengecewakan bahkan dapat dikatakan mengalami peningkatan” Ujar Fenansius

Lanjut Fenansius petani dan penyuluh Kec. Borong tetap semangat bekerja di lapangan. Hal itu sesuai instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa bahwa produksi pertanian harus digenjot tanpa mengabaikan Protokol Kesehatan.

Fenansius menambahkan, dengan terus meningkatnya semangat petani diharapkan agar kesejahteraan petani juga dapat meningkat. Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa produksi pangan harus jalan terus tetapi hal-hal yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani juga harus dilakukan karena mereka ujung tombak ketahanan pangan negara.

Ditempat terpisah, dalam arahannya Menteri Pertanian menyampaikan Sebagai bukti pertanian tidak berhenti dapat kita lihat dari kegiatan panen ini dimana para penyuluh tetap produktif dan selalu aktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen dan pemrosesannya berjalan dengan baik.

Aktifitas penyuluh dan Petani sesuai arahan Kepala BPPSDM Prof Dedi Nursyamsi bahwa pertanian tidak berhenti.

“Petani dan penyuluh tetap bekerja di lahan pertanian dengan semangat, serta mendorong petani tetap produktif dalam upaya penyediaan pangan di tengah pademi covid-19,” kata Dedi Nursyamsi.(Advetorial BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *