Ditengah Pandemi Covid 19, Poktan Maju Bersama di Kecamatan Borong Panen Padi

KUPANG. NUSA FLOBAMORA—Pandemi corona diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan. Terkait hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan bahwa 11 kebutuhan pokok pangan dalam kondisi aman.

Kekhawatiran akan stok pangan yang akan menipis hingga harga naik di tengah pandemi virus korona tidak akan terjadi.

“Saya tegaskan Kementan mengawal dengan ketat pasokan dan stok pangan. Masyarakat mohon agar tenang dan tidak perlu resah akan kelangkaan pangan. Pasokan dan stoknya ada. Hitungan kami hingga Agustus masih cukup,” kata Syahrul Yasin Limpo Menteri Pertanian RI.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, berharap agar penyuluh pertanian dan petugas pertanian lainya yang tergabung di Kostratani dapat mengoptimalkan tugas dan peran mereka di sektor pertanian.

“Mereka kita minta membantu dan mendampingi petani dalam melakukan panen dan percepatan
tanam kembali. Yang tidak kalah penting adalah mengamankan kebutuhan pangan dari hulu sampai hilir, dari produksi sampai distribusi,” tegas Dedi.

Ditambahkannya, masyarakat Indonesia semua butuh pangan. Dari pangan yang sehat dan bergizi maka akan membuat imunitas tubuh yang kuat, otomatis membuat bangsa kita sehat.

Implementasi program Kementrian Pertanian dalam mengamankan stok pangan bagi seluruh rakyat Indonesia diwujudkan oleh Poktan Maju Bersama di Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur memanen padi, Minggu (17/5) dengan luas panen 0,75 ha, perkiraan panen 4 hari, varietas IR Madu, produktifitas 4,9 ton/ha, harga gkp 5000/kg, harga beras Rp.11.000/kg.

Penyuluh pertanian Maria M. Bahong, AMd sangat mengapresiasi petani yang telah berkontribusi terhadap ketersediaan pangan di Kabupaten Manggarai Timur. Ia juga mengatakan akan terus meningkatkan pendampingan terhadap petani dalam kondisi seperti sekarang ini.

“Kendati dikondisi sulit seperti sekarang ini, saya sangat berharap agar semangat petani tidak menjadi surut melainkan terus bersemangat dalam menjalani kegiatan bertani karena sektor pertanian harus tetap berkembang dan menghasilkan hasil pertanian yang memiliki kualitas yang baik demi menunjang ketahanan pangan,” ungkapnya.(Advetorial BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *