Antisipasi Cadangan Pangan, Mentan Dorong Percepatan Tanam Padi dan Palawija

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada saat teleconference dengan Kepala Dinas Pertanian se Indonesia pada 14 April 2020, daerah harus bisa menjaga ketersediaan pangan bagi rakyatnya dalam rangka antisipasi dampak covid 19.

Sebagai langkah tindaklanjutnya, Kementan mendorong percepatan tanam tanaman pangan padi dan palawija.

“Kita harus gencarkan tanam padi, jagung dan kebutuhan pangan lainnya. Sehabis panen, langsung tanam lagi. Jika ini bisa kita akselerasi, krisis pangan tidak akan menyentuh Indonesia,” tegas SYL sapaanya.

Menindaklanjuti arahan Mentan Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Barat menginstruksikan petani dan Penyuluh untuk melakukan gerakan percepatan tanam pada April- Mei 2020, karena mengantisipasi datangnya musim Kemarau.

“Kami menginstruksikan kepada Penyuluh dan Petani agar segera melakukan olah lahan dan percepat tanam mumpung masih ada hujan-hujan sedikitm Kita menargetkan angka tanam di atas 2,703 hektare,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Distan Kabupaten Manggarai Barat Ahmad Rudi.SP.

Berdasarkan laporan BMKG diprakirakan datangnya musim kemarau berkaitan erat dengan peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia).

BMKG memprediksi peralihan angin monsun akan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara pada April 2020 Curah hujan itu dapat dimanfaatkan petani padi tadah hujan untuk melakukan gerakan percepatan tanam.

Perlunya peningkatan kewaspadaan dan antisipasi dini untuk wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih kering dari normalnya diantaranya termasuk Nusa Tenggara Timur.

BPP Sano Nggoang melalui penyuluh pendampingnya, Paulus Patimura mengatakan saat ini, petani melaksanakan persiapan olah lahan dan gerakan tanam sehubungan menantisipasi kemarau panjang.

Dengan Adanya Prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) perihal adanya potensi kekeringan maka kami sebagai penyuluh harus proaktif dan sigap dengan melakukan langkah-langkah antisipasi agar pangan bisa tetap tersedia dengan aman.

Salah satunya dengan mempercepat tanam Kami terus berusaha memberikan motivasi ke petani agar semangat dalam melakukan olah tanah dan olah tanam.

“ Seperti yang dilakukan oleh Kelompok Tani Nggergung Desa Golo Leleng Kecamatan Sano Nggoang Kabupaten Manggarai Barat seluas 1 ha dengan menggunakan system Jajar legowo Super 3:1,” ujar Paulus.

Karena itu, pihaknya BPP Kecamatan, petugas penyuluh lapang (PPL), gabungan kelompok tani (Gapoktan), dan kelompok tani (Koptan) melakukan gerakan tanam padi serentak.

Percepatan tanam serentak sangat menguntungkan petani, karena panen secara bersamaan juga dapat menghindari serangan hama dan penyakit tanaman lainnya.

Selain itu juga penanaman secara serentak juga memiliki nilai ekonomis dan tidak merugikan petani.

“Kami mengajak petani agar percepatan tanam dilakukan bulan April sampai dengan Mei karena mengantisipasi Musim kemarau,” katanya.

Pengolahan Lahan menggunakan alsintan TR2 dan TR4 dengan penggunaan alsintan maka biaya Buruh dan biaya produksi bisa di minimalisir.

Paulus menjelaskan, dalam upaya pencapaian target program Ketahanan Pangan. Salah satu rekomendasi adalah penerapan sistem tanam yang benar dan baik melalui pengaturan jarak tanam yang dikenal dengan sistem tanam jajar legowo.

“Percepatan Tanam ini juga bertujuan untuk mendesiminasikan inovasi teknologi jajar legowo super serta meningkatkan motivasi petani untuk menerapkan inovasi baru agar produktivitas padi meningkat dan kesejahteraan petani juga meningkat,” jelas Paulus.

Percepatan Tanam ini memantapkan petani untuk tetap menyediakan pangan bagi warga masyarahat yang saat ini terdampak covid 19.

“Seandainya sampai terjadi kriris ekonomi diharapkan tidak sampai terjadi krisis pangan sehingga masyarakat lebih siap dan bisa mengatasinya lebih awal “ ungkap Paulus.

Produksi pangan di Manggarai Barat MT I 2020, kata dia, dipastikan meningkat dibandingkan tahun 2019.

Ketua kelompok Tani Nggergung Desa Golo Leleng Kecamatan Sano Nggoang Kabupaten Manggarai Barat Markus Panggu mengatakan dirinya bersama anggotanya mulai menggarap lahan pertanian padi sawah, dengan system Jajar legowo dan pengairannya melalui penyedotan pompa irigasi sawah.

Markus mengatakan sejak 2015 Poktan Nggergung menerapkan teknologi jarwo super di lahan seluas 1 ha dengan Varietas Inpari mampu meningkat sekitar 4-5 ton dibanding hasil panen padi dengan cara biasa.

“Saya menanam padi dengan teknologi jarwo super diajari oleh penyuluh dan pendamping dari BPP Sano Nggoang. Hasil panennya naik 30-40 persen dibanding panen sebelum jarwo super.,” bebernya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang meminta kepada para penyuluh pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani.

“Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada komoditas pangan yang tertahan. Penyuluh harus memastikan petani tetap menanam, seandainya besok kiamat, maka hari ini harus tetap menanam,” ujar Dedi.(Advetorial BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *