Luar Biasa, Poktan Gemilang Sukses Produksi Pupuk Bokasi 3 Ton di Bulan Ramadhan

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Dewasa ini masyarakat maju cenderung lebih mengutamakan makanan dan rempah-rempah yang bebas dari pencemaran bahan kimia sintetis terutama logam berat dibandingkan makanan atau rempah-rempah yang mempunyai penampilan menarik dan sehat.

Momentum  tersebut  belum  diimbangi  dengan  kesadaran  masyarakat produsen  untuk  menghasilkan  bahan  makanan  dan  rempah-rempah  yang  sesuai dengan  permintaan  konsumen.

Hal  ini  terbukti  dengan  perkembangan  konsumsi pupuk  dan  pestisida  sintetis  di  Indonesia  yang  masih tinggi.

Umumnya, masyarakat pertanian konvensional berusaha meningkatkan produksi namun kurang memperhatian kesuburan tanah terutama ketersediaan bahan organik tanah dan faktor lingkungan sehingga tak jarang menimbulkan penurunan kesuburan tanah, tandus hingga terjadi kerusakan lingkungan.

Menanggapi  hal  tersebut,  Kementerian  Pertanian  berupaya  untuk  menekan  penggunaan  pupuk  dan  pestisida  sintetis  yang  berlebihan  dengan  mensosialisasikan pemanfaatan bahan organik berupa kotoran ternak, limbah tanaman, limbah organik yang lain.

Limbah tanaman, limbah ternak dan limbah organik lain tersebut supaya segera  tersedia  untuk  tanaman,  dapat  diproses  terlebih  dahulu  menjadi  pupuk kompos, bokashi ataupun lainnya serta pestisida nabati.

Penerapan produksi pupuk bokashi inilah yang telah dilakukan oleh Kelompok Tani Karya Gemilang di Desa Kombo Selatan, Kec. Pacar, Kab. Manggarai Barat, NTT.

Kelompok Tani ini memproduksi pupuk bokashi untuk mendukung usaha aneka sayur organik sehingga dapat menghasilkan sayuran dengan kualitas yang baik.

Bokashi adalah bahan organik yang telah difermentasikan dengan teknologi EM4 yang dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk meyuburkan tanah, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman.

Hal itu disampaikan oleh Borgias Satiman selaku THL-TBPP yang mendampingi poktan Karya Gemilang dalam memproduksi pupuk bokashi.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Bokashi mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan pupuk organik lainnya antara lain ;kandungan unsure haranya tinggi ,unsurharanya sempat diserap oleh akar tanaman serta proses pembuatannya relatif muda dan cepat.

Poktan Karya Gemilang mampu mengasilkan  3 ton pupuk bokashi bahkan masih terdapat stok 10 Ton pupuk bokashi di gudang,” ungkap Borgias.

Borgias juga berharap agar lewat pendampingan yang terus dilakukan ini dapat menambah wawasan, keterampilan serta semangat petani dalam memproduksi pupuk bokashi.(Advetorial BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *