Penerapan WFH Harus Dibarengi Dengan Produktifitas Kerja yang Bermutu

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Penerapan Work From Home (WFH) menjadi pilihan sebagian besar Lembaga Pemerintahan maupun perusahaan kala pandemi virus Corona penyebab Covid-19. Keputusan tersebut berlatar menjaga keselamatan dan kesehatan para Pegawai , sehingga aktivitas di rumah menjadi opsi.

Oleh karena itu, status WFH menjadi perhatian tersendiri bagi publik. Maklum, bakal ada yang berbeda dengan kebiasaan sehari-hari, terutama bagi para pekerja kantoran dan lapangan.

Tantangan terbesar bagi mereka yang berstatus WFH adalah menjaga kesehatan plus produktivitas. Hal yang kadangkala harus disiasati agar bisa berjalan beriringan di tengah sebaran virus Corona penyebab COVID-19.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus mengajak insan pertanian agar mampu bertahan ditengah pandemic covid 19.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi memotivasi jajaran di tingkat bawah termasuk BBPP Kupang, untuk tetap semangat bekerja.

“Semangat ini perlu ditumbuhkan meskipun harus bekerja dari rumah, karena demi kepentingan seluruh jajaran Kementan maupun masyarakat mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona,” imbuh Dedi.

Namun dalam Fenomena Working from Home ini Pegawai yang sudah menerapkan sistem kerja dari rumah, mulai berusaha untuk bekerja secara efektif.
Hal ini menyebabkan kesalahpahaman cara berpikir Pegawai antara kerja produktif atau justru hanya menjadi orang yang sibuk kerja selama WFH.
Tidak banyak tahu apa perbedaan di antara keduanya.

Yuk lihat Perbedaan antara pegawai  produktif dan pegawai  yang  menyibukkan diri mereka selama WFH seperti yang di ulas https://www.talenta.com

1. Bagaimana Penyusunan Daftar Tugas Harian Anda selama WFH

Karyawan yang sibuk kerja biasanya ingin menyesuaikan diri mereka selama WFH dengan menulis segala daftar tugas yang akan mereka lakukan selama satu hari sebanyak 7-8 daftar tugas dan memaksa menyesuaikan diri dengan jam kerja kantor yaitu jam 9-5. Hasilnya, mereka tidak dapat menyelesaikan daftar tugas dalam sehari secara tepat waktu dan menyelesaikannya di hari berikutnya.

Karyawan produktif justru benar-benar memotong daftar tugas mereka bahkan hingga 50 persen. Orang produktif tahu bahwa mereka tidak perlu menulis daftar tugas sebanyak-banyaknya karena mereka memilih daftar tugas sesuai dengan prioritas perusahaan.

2. Apakah Anda Mengerjakan Hal Urgensi?

Karyawan sibuk menghabiskan waktunya selama work from home untuk memadamkan api yang sebenarnya tidak perlu. Mereka biasanya dibutakan oleh kekhawatiran mereka atas cara kerja dari rumah yang tetap mengusahakan hasil kerja yang sama tetapi pada dasarnya tidak memiliki urgensi.

Karyawan produktif tahu bagaimana membedakan tugas-tugas yang memiliki urgensi dan mana tugas yang penting.
Semua tugas itu penting, tapi tidak semua tugas memiliki urgensi. Mereka terus berusaha agar memadamkan satu api yang benar-benar harus diselesaikan.

3. Apakah Anda Sering Merasa Terganggu?

Jika ya, maka Anda termasuk karyawan sibuk. Karyawan yang sibuk akan memeriksa email mereka sepanjang hari dan langsung membuka platform chatting perusahaan ketika berbunyi. Hal ini menyebabkan cara kerja otak yang lebih lambat.

Bahkan, studi penelitian  King’s College London
University menyatakan bahwa orang yang selalu mengurus email masuk mereka mendapat penurunan IQ sebanyak 10 poin. Karena peralihan antara tugas dan email mengubah cara kerja otak Anda sehingga sulit untuk berfokus.

Karyawan produktif selama work from home terbiasa untuk menyisakan waktu memeriksa email selama hanya beberapa kali dalam sehari Misalnya, mereka membukanya ketika pagi, siang hari dan sore hari.

Sehingga mereka dapat berkonsentrasi pada apa yang diperlukan untuk memenuhi daftar tugas mereka pada hari tersebut.

4. Apakah Anda sedang Multitasking?

Karyawan yang menyibukkan diri dan mencoba jadi yang terbaik di perusahaan berusaha melakukan 4-5 hal sekaligus. Mereka memiliki banyak tab di chrome mereka tanpa mengingat kembali apa yang seharusnya dikerjakan.

Karyawan produktif saat WFH berfokus pada 1-2 hal yang paling mendesak dan penting agar bekerja seefisien mungkin.

Biasanya, mereka melakukan satu pekerjaan yang urgensi dan satu pekerjaan lain yang penting tapi tidak terlalu urgensi. Jadi, mereka dapat membagi energi dan fungsi berpikir dengan lebih baik. Fokuskan diri, energi dan sumber pikiran pada satu pekerjaan urgensi Anda.

5. Kapan Anda Istirahat?

Karyawan yang sibuk kerja terpaku pada meja mereka selama WFH. Mereka jarang beristirahat. Mereka berpikir bahwa istirahat hanyalah menunda pekerjaan. Seringkali mereka lupa bahwa sistem kerja otak dan pikiran perlu beristirahat meskipun Anda sedang WFH.

Sedangkan jika Anda karyawan produktif, Anda tahu kapan harus mengambil istirahat saat work from home.

Tahu kapan harus menyegarkan diri, memakan cemilan favorit serta tahu kapan harus berhenti bekerja ketika otak sudah kelelahan bekerja.

Meskipun waktu istirahat antara bekerja di kantor dan bekerja dari rumah berbeda, tetap atur waktu istirahat secukupnya.

6. Sejauh Apa Perusahaan Sudah Membantu Anda Selama WFH?

Karyawan sibuk kerja akan terus menerima bagaimana perusahaan tempatnya bekerja mengelola karyawannya selama WFH.

Padahal, jika pengelolaan karyawan saat work from home dilakukan secara manual dan cara yang berbelit, ini akan mengganggu karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya diselesaikan.

Karyawan produktif akan menyesuaikan diri dengan keadaan misalnya dengan mengajukan pengelolaan karyawan secara digital agar mereka dapat berfokus pada pekerjaan selama WFH dan tidak terganggu administrasi perusahaan yang semakin berbelit saat work from home.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *