Bukti Pertanian Tidak Berhenti, Hasil Panen Petani Manggarai Timur Meningkat Terapkan Pola Tanam Jarwo Super

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menekankan bahwa pertanian tidak boleh mati, pertanian harus terus hidup untuk menyediakan kebutuhan pangan rakyat Indonesia.

“Panen raya di penjuru Indonesia serentak dilakukan untuk mengamankan pangan jutaan masyarakat Indonesia. Sebelas komoditas strategis telah dipastikan aman menjelang Idul Fitri,” tegas SYL.

Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian juga mengatakan, meskipun saat ini negara kita diserang wabah Covid-19 tetapi petani tetap semangat tanam, semangat mengolah dan semangat panen. Ini membuktikan pertanian tidak berhenti.

“Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada (komoditas) pangan yang tertahan,” jelas Dedi.

Salah satunya yang di lakukan oleh Poktan Mekar Ajo Panen padi jajar legowo, Pola tanam padi jajar legowo 4.1 (jarwo) super yang diterapkan di beberapa kabupaten di Nusa Tenggara Timur mampu mendongkrak panen mencapai sekitar 30 persen per hektare. Salah satunya di Desa Sita, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur.

Panen di Desa Sita pada 9 Mei 2020, lokasi panen, persawahan Wae Ntawung/Kaca, Desa Sita Kec. Rana Mese, oleh Poktan Mekar Ajo, potensi panen 7.5 ha, panen hari ini 0.5 ha, varitas ciherang, produksi gabah 10.240 ton GKP/ ha, perkiraan masa panen 6 hari,harga gabah Rp 4200/kg, harga beras Rp 10.000 /kg.

“Hasil panen padi dengan pola jarwo 4.1 mampu mencapai 10,240 ton per hektare. Sedangkan cara biasa hasil panen hanya sekitar 4-6,6 ton,/ha” ujar Koordinator BPP Rana Mese Yohanes Poesen,S.Pt saat Panen dengan Petani, di Desa Sita Kec. Rana Mese, Sabtu (9/5/2020).

Menurut Yohanes, untuk teknologi jarwo mengikuti 7 komponen penerapan teknologi yaitu Penggunaan varietas unggul, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, pengolahan tanah, penanaman jajar legowo, pemberian bahan organik, pengairan yang baik , panen dan pasca panen.

Varietas padi yang ditanam untuk teknologi jarwo tergantung permintaan petani, sehingga antara satu daerah dengan daerah lain berbeda.

Untuk Kabupaten Manggarai Timur, khususnya di Desa Sita telah menggunakan system tanam jarwo 4.1 varietas Ciherang.

“Selain hasil panen meningkat, tanaman padi dengan teknologi jarwo juga terhindar dari wereng. Bahkan meskipun beberapa waktu lalu wilayah sini tanaman padi yang tidak dengan jarwo diserang hama cokelat, tapi padi teknologi jarwo aman,” terangnya.

Ketua Poktan Mekar Ajo Sun Pangkul mengatakan sejak 2015 Poktan Mekar Ajo menerapkan teknologi jarwo super di lahan seluas 5 ha mampu menghasilkan 10,240 ton atau meningkat sekitar 4-5 ton dibanding hasil panen padi dengan cara biasa.

“Saya menanam padi dengan teknologi jarwo super diajari oleh penyuluh dan pendamping dari BPP Rana Mese. Hasil panennya naik 30-40 persen dibanding panen sebelum jarwo super,” bebernya.

Sementara itu, Bupati Agas Andreas mengatakan, petani harus naik kelas atau tidak lagi hanya mengandalkan otot.

Melalui mekanisasi dan penerapan teknologi di bidang pertanian, maka diharapkan kesejahteraan petani meningkat. Termasuk teknologi budidaya padi berbasis cara tanam jajar legowo di Desa Sita Kec. Rana Mese Kabupaten Manggarai Timur ini.

“Sudah ada bukti bahwa teknologi jarwo hasilnya bagus,, produktifitas nya meningkat tajam dan tidak terserang hama, Sehingga hasil akhirnya petani tersenyum,” ucapnya.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *