Amankan Harapan Mentan, BPP Lambaleda dan Poktan Moengmose Panen Padi Ciherang

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Walau sedang dalam masa pandemi Covid-19, produksi padi di Indonesia tidak pernah berhenti. Bahkan, terus meningkat. Terlebih, saat ini sejumlah daerah di Indonesia telah memasuki musim panen raya.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) panen raya menjadi angin segar buat Indonesia dalam menghadapi Covid-19. Apalagi pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda, apalagi berhenti.

“Untuk itu petani sebagai pejuang dan garda terdepan dalam penyediaan pangan, harus tetap melakukan kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi,” tutur Menteri Syahrul.

Salah satu daerah yang telah panen raya adalah Kabupaten Manggarai Timur. Daerah ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Manggarai Timur terus melakukan kegiatan panen padi, diawali dari akhir bulan Maret dan puncaknya di bulan Mei 2020.

Panen raya di Kabupaten Manggarai Timur ini semakin mempertegas jika panen dan ketersediaan pangan di seluruh Indonesia memang tak terpengaruh oleh wabah Covid 19.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Sentis, SP mengatakan luas panen padi di Kabupaten Manggarai Timur pada masa tanam pertama sekitar 17 ribu hektar.

Hampir semua wilayah kecamatan di Kabupaten Manggarai tengah melakukan panen raya padi, Sabtu (09/05/2020).

Seperti yang di lakukan oleh Kelompok Tami Moengmose di Golo Munting Desa Tengku Lawar Kec.Lamba Leda, potensi panen 5 ha panen hari ini 0.5 ha perkiraan panen 7 hari varietas chierang produktifitas 4.2 ton//ha harga gabah 4500/kg harga beras Rp.11.000/kg.

Yohanes mengapresiasi semangat petani yang telah berkontribusi terhadap ketersediaan pangan di Kabupaten Manggarai Timur.

“Keberhasilan semua ini tidak terlepas dari support Bupati Manggarai Timur serta bimbingan dari jajaran dinas pertanian, terutama para penyuluh pertanian,” ucapnya.

Di tempat terpisah penyuluh pendamping Benediktus K.Umburaman,SP mengatakan, panen raya di Kabupaten Manggarai Timur merupakan implementasi arahan Mentan SYL.

“Arahan beliau memotivasi kami agar pertanian atau penyediaan pangan tidak boleh berhenti terutama dalam melawan masa wabah virus corona. Ini saatnya kita menjadi pahlawan pangan untuk menyelamatkan bangsa. Pastikan jangan sampai ada pangan yang kurang dan jaga distribusinya dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Untuk terus menjaga ketersediaan pangan, kami telah meminta kepada petani agar setelah panen segera lakukan gerakan percepatan pengolahan tanah dan tanam kembali.

“Hal ini karena sebentar lagi memasuki masa tanam kedua dan mengantisipasi kekurangan air karena akan memasuki musim kemarau. Tentunya dengan tetap mengacu pada protokol pencegahan covid 19,” sambung Benediktus.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, meminta kepada Penanggungjawab (PJ) Provinsi dan Kabupaten/Kota Tim Supervisi dan Pendampingan Program dan Kegiatan Utama Kementerian Pertanian untuk mengoptimalkan peran penyuluh pertanian dan petugas pertanian lainnya yang tergabung di Kostratani.

“Mereka kita minta membantu dan mendampingi petani dalam melakukan panen dan percepatan tanam kembali. Yang tidak kalah penting adalah mengamankan kebutuhan pangan dari hulu sampai hilir, dari produksi sampai distribusi,” tegas Dedi.

Ditambahkannya, masyarakat Indonesia semua butuh pangan. Dari pangan yang sehat dan bergizi maka akan membuat imunitas tubuh yang kuat, otomatis membuat bangsa kita sehat.

“Dan ketersediaan pangan dan olahan yang sehat itu semua berkat kalian sebagai pahlawan pertanian, sebagai pejuang dalam melawan Covid-19 ini,” tegas Dedi.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *