Pandemi Covid 19 Meradang, Petani Manggarai Timur Bergembira Menyambut Panen Raya

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Memasuki panen raya, produksi padi di Indonesia terus meningkat. Walaupun sedang ada pandemi Covid 19 tak menyurutkan langkah petani tetap panen raya.

Mentan SYL dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti.

Untuk itu petani sebagai pejuang dan garda terdepan dalam penyediaan pangan tetap melakukan  kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi.

Kabupaten Manggarai Timur sebagai salah satu lumbung padi di Provinsi Nusa Tenggara Timur  terus melakukan kegiatan panen padi di mulai pada bulan Maret dan puncaknya pada bulan April hingga Mei 2020.

Panen raya di Kabupaten Manggarai Timur  ini menambah testimoni bahwa panen dan ketersediaan pangan di seluruh Indonesia memang tak terpengaruh oleh wabah Covid 19.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Sentis, SP mengatakan luas panen padi di Kabupaten Manggarai pada masa tanam pertama sekitar 17. 117 ha.

Yohanes menyebutkan salah satu wilayah yang tengah melakukan panen raya padi pada tanggal 8 Mei 2020 adalah Poktan Raja Wali, Kel. Rana Loba.,Kec. Borong, Kab. Manggarai Timur Potensi panen, 1.00. Ha, panen tanggal 8 Mei seluas 1.00 ha.

Varietas membramo, produktifitas 4,61 ton/ ha, harga gkp Rp. 5000/kg,harga beras Rp 11000/kg.

“Oleh karena itu, agar setelah panen segera lakukan gerakan percepatan pengolahan tanah dan tanam kembali. Hal ini karena sebentar lagi memasuki masa tanam kedua dan mengantisipasi kekurangan air karena akan memasuki musim kemarau,” jelasnya.

Yohanes mengapresiasi semangat petani khususnya kelompok tani Raja Wali yang telah berkontribusi terhadap ketersediaan pangan di Kabupaten Manggarai Timur.

“Keberhasilan ini semua tidak terlepas dari support Bupati Manggarai Timur serta bimbingan dari jajaran dinas pertanian, terutama para penyuluh pertanian,” ucapnya.

Lebih lanjut dalam melaksanakan budidaya pertanian khususnya di tengah wabah Covid 19, yohanes menuturkan bahwa Dinas Pertanian selalu mengingatkan agar para petani selalu menerapkan social distancing dan  physical distancing.

“Para penyuluh di lapangan meminta petani tidak berkerumun dan mengatur jarak antar petani minimal 1 sampai 2 meter, serta himbauan untuk selalu memakai masker,” katanya.

Di tempat terpisah Maria M. Bahong selaku penyuluh pendamping mengatakan panen raya di Kabupaten Manggarai Timur sudah dimulai sejak Maret hingga Mei 2020 dan Manggarai Timur termasuk salah satu sentra padi Provinsi Nusa Tenggara Timur dan nasional.

Kementan menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 dan petani tetap panen untuk menghasilkan beras berkualitas.

“Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pertanian atau penyediaan pangan tidak boleh berhenti terutama dalam melawan masa wabah virus corona. Ini saatnya kita menjadi pahlawan pangan untuk menyelamatkan bangsa. Pastikan jangan sampai ada pangan yang tertahan,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi minta kepada Penanggungjawab (PJ) Provinsi dan Kabupaten/Kota Tim Supervisi dan Pendampingan Program dan Kegiatan Utama Kementerian Pertanian untuk mengamankan kebutuhan pangan dari hulu sampai hilir, dari produksi sampai distribusi.

“Masyarakat Indonesia semua butuh pangan. Dari pangan yang sehat dan bergizi maka akan membuat imunitas tubuh yang kuat, otomatis membuat bangsa kita sehat. Dan ketersediaan pangan dan olahan yang sehat itu semua berkat kalian sebagai pahlawan pertanian, sebagai pejuang dalam melawan COVID-19 ini,” tegas Dedi.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *