KOSTRATANI MANGGARAI DORONG PANEN PADI MELIMPAH

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Di tengah pandemi corona, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan pangan untuk masyarakat Indonesia dengan mendorong produksi pangan pada Maret-Mei 2020.

Walau masyarakat di dunia sedang was-was dengan pandemi Covid-19, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah tetap menjamin stok pangan aman, termasuk stok pangan Padi.

Terbukti, Kabupaten Manggarai salah satu penyangga pangan Provinsi NTT, pada Maret dan Mei ini melangsungkan panen Padi serentak di beberapa Kecamatan.

Penyuluh Pertanian di Kostratani BPP Satar Mese Antonius Seleman, menyatakan Kostratani dan Penyuluh terus bergerak dan mendampingi untuk  meyakinkan Petani agar terus produktif, salah satunya dengan memanen hasil pertanian.

Seperti Panen Padi yang dilakukan oleh kelompok Tani Cahaya Tani  Desa Tal  Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai panen padi seluas 20,5 ha dari total luasan panen 25 ha dengan produktifitas 6,5 ton/ha varietas Membramo, Selasa (5/5/2020).

Antonius  juga menegaskan, di tengah pandemi Covid-19 kualitas padi yang dihasilkan sangat bagus. Sehingga harga padi di tingkat petani membuat petani tersenyum.

“Stok pangan khususnya padi di Kabupaten Manggarai hingga September 2020 aman. Jangan khawatir akan adanya virus corona. Produksi Petani Manggarai mencukupi kebutuhan masyarakat,” tutur Antonius.

Selain untuk kebutuhan masyarakat, kebutuhan pakan ternak pun tercukupi. Bahkan padi/beras menjadi salah satu penyangga buat NTT.

Antonius juga menambahkan produksi Padi di Kabupaten Manggarai Barat sangat besar, menyumbang 30 % dari produksi Padi NTT .

Hal ini sejalan dengan seruan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa tanggung jawab penyediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia ada di sektor pertanian.

“Sudah menjadi kewajiban bagi semua pelaku di sektor pertanian untuk terus bekerja. Pertanian tidak boleh berhenti meski dalam suasana pandemi Covid-19 seperti sekarang,” papar Menteri SYL.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, yang juga Ketua Kostratani Nasional menyampaikan, peran Kostratani sangat nyata, melalui optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan.

“Masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, masalah hidup matinya suatu bangsa. Meskipun saat ini negara kita diserang wabah Covid-19, tetapi petani tetap semangat tanam, semangat olah dan semangat panen. Ini membuktikan pertanian tidak berhenti,” ujar Dedi.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *