Penyuluh dan Petani Panen Sorgum di Tengah Pandemi Covid 19

KUPANG.NUSA FLOBAMORA– Kerawanan pangan menghadapi wabah Covid 19 masih menjadi perhatian penting pemerintah melalui Kementerian Pertanian. Benar-benar menguras tenaga, pikiran, dan waktu bagi semua pihak, terutama yang berada di garda depan penanganannya.

Seperti petani dan penyuluh yang bersinergi sebagai garda terdepan harus tetap menyediakan pangan meskipun dimana-mana sudah diberlakukan jarak sosial dan fisik.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menekankan bahwa pertanian tidak boleh mati, pertanian harus terus hidup untuk menyediakan kebutuhan pangan rakyat Indonesia.

“Panen raya di penjuru Indonesia serentak dilakukan untuk mengamankan pangan jutaan masyarakat Indonesia. Sebelas komoditas strategis telah dipastikan aman menjelang puasa dan Idul Fitri,” tegas SYL.

Kecamatan. Lamba Leda Kabupaten  Manggarai Barat panen sorgum, di Bea Ngancar Desa Golo Mangung, potensi Panen 2 panen hari ini 0,36 ha, masa panen 20 hari kedepan  Varietas Lokal Produktivitas 0,5ton/ha.

Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian juga mengatakan, meskipun saat ini negara kita diserang wabah Covid-19 tetapi petani tetap semangat tanam, semangat mengolah dan semangat panen. Ini membuktikan pertanian tidak berhenti.

“Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada (komoditas) pangan yang tertahan,” jelas Dedi.

Ferdinandus Y.Bawang selaku penyuluh pendamping  mengingatkan kepada para penyuluh dan petani untuk tetap waspada dengan adanya Pandemi Covid 19 ini, agar selalu menjaga kesehatan dengan jalan konsumsi vitamin dan menjaga kebersihan diri dengan selalu mencuci tangan dan kebersihan lingkungan sekitar.

“Melihat berhasilnya panen dari kelompok tani yang ada sekarang, harapannya dapat membantu memenuhi ketersediaan pangan bagi masyarakat sambil petani terus meningkatkan produktifitasnya dalam bertani agar hasil yang ada sekarang dapat terus meningkat dalam jumlah dan juga kualitasnya itu salah satu bentuk kami mendukung program kostratani “ ungkap Fernandus.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *