MENU LENGKAP KOSTRATANI, PANEN BERLIMPAH DI MANGGARAI TIMUR

KUPANG.NUSA FLOBAMORA— Pertanian sebagai gerbang terdepan penyedia stok pangan nasional tetap semangat berproduksi pangan di tengah pandemi Covid 19. Dengan dibantu penyuluh pertanian, petani memiliki semangat tinggi untuk terus berinovasi meningkatkan produktivitasnya.

Kementerian Pertanian dalam keadaan ini memiliki kewajiban untuk mendukung dan memfasilitasi petani guna memastikan stok bahan makanan tersedia.

Beberapa langkah yang diambil Kementerian Pertanian yaitu, meningkatkan pasokan input pertanian seperti benih, pupuk, pestisida, dan obat-obatan pertanian lainnya secara cepat agar produksi terus berjalan, serta memastikan distribusi pangan secara kontinyu khususnya ke anggota masyarakat dan petani yang kurang mampu.

Sesuai arahan Mentan SYL, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi terhenti.
Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi oleh petani didampingi penyuluh harus tetap berlangsung meskipun di tengah pandemi global corona saat ini dengan memperhatikan protocol kesehatan dan pola hidup sehat.

Salah satu cara menjaga pola hidup sehat adalah dengan memperhatikan konsumsi makanan. Pertanian sebagai penyedia bahan pangan sumber karbohidrat, vitamin, dan protein memiliki peranan yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Produksi bahan makanan terus berjalan tanpa kenal hari libur.

Di Kabaupaten Manggarai Timur sejak Maret sampai dengan April terus melakukan panen Salah satunya di tunjukkan oleh Kelompok tani Harapan Baru, Desa Benteng Pau, Kecamatan Elar Selatan, Panen tanggal 27 April seluas 0,25 ha, dari luasan potensi Panen: 5 ha, masa panen 7 hari, dengan varietas Ciherang, Produktivitas 4,2 ton GKP/ha, harga gabah RP. 5.000,-/kg, harga beras RP11.000.-/kg.

Kuintus Jalang, A.Md, Penyuluh lapangan mengatakan, penyuluh tetap bekerja seperti biasa di lapangan, memotivasi dan memberikan bimbingan kepada petani dan merasa senang dan bangga bisa panen dan hasilnya bagus.

Lanjutnya, walau ada wabah tapi mereka tetap bekerja seperti biasa dengan tetap waspada dan menjalankan himbauan pemerintah yaitu berjemur, menjaga jarak fisik, selalu mencuci tangan dan menerapkan kebiasaan hidup bersih, serta menghindari berkerumun ketika mengambil input pertanian.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *