Ditopang Kostratani, SL IPDMIP Irigasi Wae Muli Kelas 2 Panen Padi

KUPANG.NUSA FLOBAMORA— Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) merupakan program pemerintah di bidang irigasi.

Program ini  bertujuan untuk mencapai keberlanjutan sistem irigasi, baik sistem irigasi kewenangan pusat, kewenangan provinsi maupun kewenangan kabupaten.

Upaya ini diharapkan dapat mendukung tercapainya swasembada beras sesuai program Nawacita Pemerintah Indonesia.

IPDMIP dirancang untuk mengatasi berbagai kendala dan meningkatkan produktivitas pertanian, serta mengurangi kemiskinan di pedesaan, mempromosikan kesetaraan gender dan meningkatkan gizi.

IPDMIP meningkatkan nilai pertanian irigasi berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan dan sumber penghidupan di perdesaan.

Proyek ini mengadopsi pendekatan penetapan sasaran yang inklusif di daerah irigasi sehingga menguntungkan semua petani yang aktif.

Namun demikian, IPDMIP menggunakan strategi penetapan sasaran yang mempertimbangkan tingkat kemiskinan yang ada untuk menjangkau rumah tangga yang paling termarginalkan (misalnya miskin, perempuan, pemuda petani di daerah hilir, daerah-daerah dengan irigasi yang kurang memadai).

Kegiatan yang dilaksanakan adalah SL IPDMIP (Sekolah Lapang Integrated Participatory Development Management Of Irrigation Project) di Kelompok Tani Kelompok SL IPDMIP Irigasi Wae Muli Kelas 2 Desa Sangan Kalo Kecamatan Elar Selatan Kabupaten Manggarai Timur.

Pengairan yang baik untuk tanaman padi adalah pengairan diatas tanah ada 3 sistem pengairan padi di sawah antaranya:
1. Terus menerus
2. Rotasi
3. Berselang

Dari ketiga pengairan diatas untuk pengairan tanaman sawah adalah pengairan padi dengan sistem berselang (intermittent irrigation) adapun pengertian dari pengairan berselang adalah pengaturan kondisi air pada lahan pertanian.

Pengairan berselang padi sawah di lakukan pada lahan sawah yang lahan selalu di genangi air sedangkan untuk lahan yang kesulitan memperoleh air atau kekurangan air tidak perlu di lakukan.

Kegiatan pengairan berselang padi sawah di lakukan sejak awal tanam sampai tanaman padi memasuki masa bunting.

Pengairan mulai awal tanam sampai umur 10 Hst dengan ketinggian air 2-5 Cm, kemudian di biarkan mengering sendiri 4-5 hari kemudian di lakukan pengairan kembali. Setelah memasuki tanaman padi masa berbunga pengairan terus di lakukan sampai 10 hari menjelang panen dengan ketinggian air 5-10 cm.

Sesuai arahan Mentan SYL, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi terhenti.

Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi oleh petani didampingi penyuluh harus tetap berlangsung meskipun di tengah pandemi global corona saat ini.

“Kostratani dan Kostraling sangat tepat dalam mengantisipasi dan mengamankan stok pangan saat ini  walau di tengah wabah Pertanian tidak boleh berhenti “ ungkap SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan, dalam kaitan dengan hal tersebut pihaknya mencanangkan tiga program aksi, yaitu (1) KOSTRATANI, (2) Penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi  mendukung penumbuhan pengusaha pertanian milenial 2,5 juta selama 5 tahun; dan (3) Penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi seperti Gedor Horti, Grasida, Sikomandan, KUR, PMS, dan Gratieks.

Kepala Badan Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa tugas pertanian di saat pandemi harus lebih giat lagi dan tetap produktif.

Dimana para penyuluh tetap harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan masing-masing panen dan pemrosesannya berjalan dengan baik, jangan sampai ada pangan yang tertahan.

Lanjut Dedy Nursyamsi, dalam masa pandemic Covid-19 ini, pertanian dan penyuluhan tidak boleh berhenti. Karena pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi terhenti.

SL IPDMIP telah menunjukkan Geliat sektor pertanian tetap berjalan. Termasuk Panen yang di lakukan oleh Kelompok Tani Kelompok SL IPDMIP Irigasi Wae Muli Kelas 2 Desa Sangan Kalo Kecamatan Elar Selatan (27/4) di Lokasi panen Hamparan Pong Mareng Desa Sangan Kalo Kec Elar Selatan Panen hari ini 0,50 ha Produktivitas 6,7 ton/ha Vrietas Ciherang Perkiraan masa panen 14 hari Harga beras Rp. 10.000/kg Harga gabah Rp. 4.000./kg.

Penyuluh Dominika Danuk, A.Md menjelaskan,  PPL akan terus melakukan pendampingan kepada petani, baik pada saat pembukaan lahan baru, pembagian pupuk, penyemprotan hama, kami mengharapkan kerjasama dari masing-masing kelompok tani.

Lanjut Dominika, dengan saling bergandengan tangan, keduanya merupakan garda paling depan untuk menjaga ketersediaan pangan.

Dalam situasi seperti ini, penyuluh masih tetap bekerja di lapangan untuk mendampingi dan membina petani dalam melaksanakan budidaya Pertanian, baik itu berupa tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan atau yang terkait dengan agribisnis Pertanian.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *