Dokumen Terkait Prestasi Akademik dan Non Akademik Siswa, Dijadikan Acuan Kelulusan Siswa

KUPANG.NUSA FLOBAMORA-– Kepala Dinas (Kadis) PKO Kabupaten Flores Timur (Flotim), Drs. Bernardus Beda Keda, M.A.P, sangat prihatin dengan pandemi Covid 19 yang masih menyebar saat ini.

Terhadap kondisi ini tentu berimbas pada lumpuhnya KBM di kelas dan pembelajaran di rumah dengan harapan para guru bisa memilih metode yang ada apakah bisa dengan sistem online, offline atau manual.

Bernardus Beda Keda kepada Media ini yang dihubungi dari Kupang, Rabu (29/4/2020) mengatakan, secara pribadi dirinya berharap wabah ini segera berakhir.

Dengan begitu, kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru 2020/2021 bisa berjalan normal. Artinya pembelajaran tatap muka sudah bisa terjadi di kelas. Tapi saat ini, katanya, belum dipastikan kapan virus ini berakhir karena itu para guru dan siswa sementara ini di rumahkan.

Menurut Bernardus, sesuai Edaran Mendikbud RI nomor : 4 thn 2020 terkait pencegahan covid 19 antara lain menegaskan bahwa karena wabah ini maka pembelajaran pada tingkat satuan pendidikan tidak lagi mempersoalkan ketuntasan kurikulum

“Dokumen terkait prestasi akademik dan non akademik siswa yang ada di sekolah sebelum merebaknya wabah ini dapat dipakai/dianalisis untuk dapat menentukan kenaikan kelas ataupun kelulusan yang adalah kewenangan sekolah,” katanya.

Dijelaskannya, metode-metode sistem pembelajaran seperti online, offline atau manual bisa dipilih guru. Tapi dalam pelaksanaan tidak efektif karena penyebaran sekolah-sekolah pada medan grafis yang sgt bervariasi jangkauannya.

“Sperti kami di Kabupaten Flotim yang terdiri dari tiga pulau, Flotim Daratan, Pulau Adonara dan Pulau Solor. Jaringan Internet sering terganggu dll,” kata Bernardus.

Dirinya menambahkan, dari segi pengawasan orangtua siswa di rumah dalam hal pembelajaran juga masih terkesan belum efektif.

Ini karena latar belakang profesi orangtua juga bervariasi atau berbeda. Kalau di desa-desa orgtua adalah petani, nelayan. Kondisi seperti ini kalau sampai berlarut, tidak bisa dibayangkan bagaimana perkembangan pendidikan anak-anak baik dalam hubungan dengab prestasi akademik dan non akademik.

“Pada tataran kebijakan di Kabupaten, teknisnya di Dinas PKO kita tetap tegakan protokoler kesehatan sebagaimana edaran Mendikbud, Gubernur dan bupati,” tambahnya.

Dirinya tetap mengajak masyarakat untuk memerangi situasi wabah ini, biar cepat berlalu sehingga aktifitas masyarakat berjalan normal kembali.

Anak-anak sekolah kembali berkumpul dengan guru-gurunya di sekolah melaksanakan kegiatan belajar mengajar sebagaimana biasa yang menjadi kerinduan mereka selama ini. Karena secanggih apapun teknologi dia tidak bisa menggantikan posisi guru.(Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *