Mentan Ingatkan Penyuluh dan Petani Jangan Pernah Surut dan Lelah Produksi Pangan

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Mentan SYL dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti.

Untuk itu petani sebagai pejuang dan garda terdepan dalam penyediaan pangan tetap melakukan kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi.

Hal itu pun yang dilakukan oleh petani di Manggarai Timur mereka tetap bekerja menjaga ketersediaan pangan.

Seperti yang di lakukan oleh Poktan Tekad Maju Ds Golo Ndele Kec Kota Kumba Kab Manggarai Timur Prov NTT melaksanakan Panen Padi sawah (27/4/20) Varietas IR di luasan lahan 0, 21 ha dari total luasan poensi panen 3 ha, produktifitas sesuai hasil ubinan 6,5 ton/ha harga gabah Rp. 4000/kg..harga beras Rp. 10000/kg

Selama manusia hidup di bumi, pangan harus tetap tersedia meski negara dalam kondisi darurat Covid. Penyuluh yang ‘menyatu’ dengan petani tetap produksi menjadi kekuatan utama penyedia pangan bagi 267 juta rakyat Indonesia.

Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang saat ini gencar mendukung penuh petani dan Penyuluh Pertanian dalam penyediaan stok pangan di tengah pandemi COVID-19.

Sebagaimana pesan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo di berbagai kesempatan, dengan adanya Kostratani Pertanian akan lebih maju, mandiri dengan pengolahan hasil yang lebih modern.

Program Kostratani ditetapkan sebagai Program Kementerian Pertanian dengan basis Pertanian di Kecamatan atau BPP.

Kostratani merupakan pusat kegiatan pembangunan Pertanian tingkat kecamatan, melalui optimalisasi tugas, fungsi dan peran BPP dengan memanfaatkan Informasi dan Teknologi (IT) dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan Pertanian.
Febrianus Sunars penyuluh pendamping mengatakan Salah satu tugas penyuluh Pertanian adalah untuk meningkatkan produktivitas komoditas unggulan di antaranya tanaman jagung.

“ Karena sudah merupakan profesi, penyuluh Pertanian bersama petani menjalaninya dengan senang hati, meskipun saat ini mengandung risiko yang cukup tinggi” ungkap febri

Lanjut Febri, dengan saling bergandengan tangan, keduanya merupakan garda paling depan untuk menjaga ketersediaan pangan.

Dalam situasi seperti ini, penyuluh masih tetap bekerja di lapangan untuk mendampingi dan membina petani dalam melaksanakan budidaya Pertanian, baik itu berupa tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan atau yang terkait dengan agribisnis Pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dr. Dedi Nursyamsi terus menerus memberikan dorongan dan motivasi kepada Penyuluh dan petani.

Atas dasar kegigihan dan keberanian penyuluh Pertanian di seluruh pelosok tanah air, maka tidak terjadi kelaparan atau kekurangan pangan.

“Panen yang kita lakukan ini berkat penyuluh dan petani yang tanpa mengenal lelah dan terus berjuang di lapangan, sehingga masyarakat Indonesia tetap tercukupi dalam kebutuhan akan pangan”, ungkap Dedi.

Dedi mengucapkan terima kasih kepada penyuluh Pertanian yang selalu memotivasi dan berkolaborasi dengan petani agar petani dapat meningkatkan pendapatannya sehingga petani yang dibina menjadi sejahtera, Petani dan penyuluh tetap bekerja produktif untuk genjot produksi pangan.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *